BEKASI.POJOKSATU.id – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) terus menggenjot pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul melalui program Talent and Innovation Hub yang mengusung tema Empowering Talent, Driving Inclusive Innovation. Program ini tak hanya mendorong lahirnya ide, tetapi memastikan inovasi benar-benar bisa diterapkan dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Digelar pada 28 April 2025, kegiatan ini menjadi ruang kolaboratif bagi generasi muda, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mengembangkan gagasan, merancang solusi, hingga mematangkan konsep inovasi.

“Kami tidak hanya mendorong lahirnya ide, tetapi juga memastikan ide tersebut dimatangkan melalui playbook dan implementasi nyata,” ujar Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli.

Ia menegaskan, pendekatan dalam program ini berbeda karena peserta tidak berhenti pada tahap konseptual.

“Setiap ide harus bisa diterjemahkan menjadi solusi konkret yang memiliki nilai guna tinggi bagi masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga : Evakuasi Korban Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur Terus Berlanjut, Pemerintah Kerahkan Seluruh Sumber Daya

Dalam Talent and Innovation Hub, peserta dibimbing menyusun playbook inovasi sebagai panduan implementasi yang sistematis dan berkelanjutan. Selain itu, ide-ide yang muncul juga akan melalui proses inkubasi, mulai dari diskusi intensif hingga sesi mentoring bersama para ahli.

“Kami ingin memastikan setiap talenta memiliki arah yang jelas dalam mengembangkan inovasi, bukan sekadar ide sesaat,” jelasnya.

Menurutnya, penguatan talenta muda menjadi kunci utama dalam menghadapi persaingan global yang semakin kompetitif.

“Talenta Indonesia harus mampu bersaing, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga global. Karena itu, penguatan kapasitas dan ekosistem inovasi menjadi sangat penting,” katanya.

Program ini juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi turut terlibat, di antaranya Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBJ) dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ), serta perwakilan dari instansi lainnya.

“Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya, karena inovasi tidak bisa lahir secara individual. Harus ada sinergi antara akademisi, industri, dan pemerintah,” ungkapnya.

Kemenaker juga menekankan bahwa inovasi yang dihasilkan harus memiliki dampak langsung bagi masyarakat.

“Inovasi yang kami dorong adalah inovasi yang inklusif, yang mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menyebut Talent and Innovation Hub sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam membangun SDM berkualitas.

“Ini bukan program jangka pendek. Kami ingin menciptakan ekosistem yang berkelanjutan, di mana talenta muda terus berkembang dan berkontribusi bagi pembangunan nasional,” katanya.

Melalui program ini, Kemenaker berharap lahir generasi inovator yang tidak hanya kreatif, tetapi juga adaptif dan solutif.

“Kami ingin melihat lebih banyak inovasi anak bangsa yang bisa diimplementasikan dan memberikan dampak luas,” pungkasnya.***