BEKASI.POJOKSATU.id - Pemerintah memastikan penanganan korban kecelakaan kereta api di Bekasi Timur dilakukan secara maksimal dengan melibatkan berbagai unsur. Tim gabungan dari KAI, Basarnas, TNI-Polri, hingga relawan terus bekerja tanpa henti sejak insiden terjadi pada Senin, 27 April 2026, malam.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa seluruh sumber daya telah dikerahkan untuk mempercepat proses evakuasi dan penanganan korban.

“Tentunya sekali lagi kita berupaya maksimal untuk melakukan penanganan secara medis agar bisa menyelamatkan saudara-saudara kita yang masih dirawat saat ini,” ucapnya.

Baca Juga: 98 Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Dirawat di 10 RS, 14 Meninggal Dunia

Ia juga memastikan pemerintah akan terus memantau kondisi korban serta memberikan pendampingan kepada keluarga yang terdampak.

“Kami akan terus memonitor perkembangan di lapangan, termasuk memastikan para korban mendapatkan perawatan terbaik dan keluarga korban mendapatkan pendampingan,” katanya.

Kecelakaan yang melibatkan Commuter Line rute Jakarta–Cikarang dengan KA Argo Bromo Anggrek tersebut menyebabkan sejumlah gerbong mengalami kerusakan parah. Beberapa penumpang dilaporkan terlempar dan terjebak di dalam gerbong saat kejadian.

Hingga saat ini, proses evakuasi masih berlangsung, sementara pemerintah juga tengah melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.

Baca Juga: Korban Tewas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Bertambah Jadi 15 Orang

“Kita juga ingin mengetahui secara jelas apa yang menjadi penyebab kejadian ini agar ke depan tidak terulang kembali,” tutup AHY.***