BEKASI.POJOKSATU.id - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Bekasi kembali menggelar sidang administratif pelanggaran dugaan penggelembungan suara yang terjadi di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Bekasi Timur.
Agenda sidang adalah pembacaan jawaban dari terlapor yaitu Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Bekasi Timur.
Dalam pembacaan jawaban atas perkara dugaan penggelembungan suara, ketua PPK diwakili oleh pihak kepada hukumnya.
Baca Juga: Sepasang Kekasih di Cikarang Raup Keuntungan Puluhan Juta dari Hasil Jual Uang Palsu
Sementara itu, anggota PPK Bekasi Timur mengklaim tidak ada penggelembungan suara. Untuk aplikasi Sirekap dengan indikator berwarna merah tidak ada yang mengubahnya.
Empat anggota PPK Bekasi Timur yang hadir dalam persidangan yakni Gereegy Thomas, Aris, Pradana dan Ujang, merasa kaget melihat rekapitulasi yang sudah selesai namun di aplikasi Sirekap berwana merah.
Anggota PPK Bekasi Timur kompak membenarkan banyak indikator merah disebabkan karena tidak ada sinkronisasi data.
Baca Juga: Persiapan Mudik Lebaran 2024, Pemkot Bekasi Perbaiki Jalan untuk Kenyamanan Pemudik
Ketua PPK Bekasi Timur Muhammad Lukman, menjelaskan tidak melakukan perubahan data pada saat Rekapitulasi selesai.
"Pada hari Kamis saya tidak mengikuti proses rekapitulasi yang dilakukan oleh temen-temen PPK lainnya, karena posisi saya sedang sakit," ucap Lukman, kepada bekasi.pojoksatu.id, usai persidangan.
Lukman mengatakan pada hari Jumat pagi melakukan komunikasi dengan operator KPUD Kota Bekasi karena merasa janggal pada situs Sirekap.
"Melihat kejanggalan tersebut kemudian saya meminta untuk membanned akun PPK Bekasi Timur dan akun operator milik saya pribadi, karena memang ada pergeseran-pergeseran suara karena memang tidak terdeteksi," tegas dia.
Baca Juga: Pemkot Bekasi Ajak Warga Ikuti Earth Hour 2024, Matikan Lampu Selama 1 Jam
Dirinya menegaskan saat kejadian hari Jumat malam Sabtu adanya dugaan penggelembungan suara tersebut akun operator yang dimiliki dirinya sudah tidak aktif.
"Saya pastikan malam Sabtu pada pukul 23.00 bukan saya karena akun operator sudah tidak aktif pada saat itu," demikian kata dia.***




