BEKASI.POJOKSATU.id - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih melakukan penyelidikan terkait kecelakaan antara KRL Commuter Line dan taksi Green SM di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Dalam proses investigasi, KNKT kini memusatkan perhatian pada analisis data dari perangkat black box milik taksi yang terlibat kecelakaan. Data tersebut dinilai krusial untuk mengetahui kronologi menjelang tabrakan.

Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, menjelaskan bahwa proses pengunduhan data masih berlangsung. Hasil analisis nantinya akan digunakan sebagai dasar untuk pendalaman keterangan dari pengemudi dan saksi.

Baca Juga: Korlantas dan Green SM Bersinergi Tingkatkan Standar Keselamatan Transportasi Umum

“Data yang di mobil taksi itu kan ada black box-nya juga. Ini lagi kita unduh. Nanti setelah kita evaluasi, kita akan bertanya lagi kepada pengemudinya ataupun orang-orang di sekitarnya apa yang terjadi di taksi Green tadi,” kata Soerjanto, Kamis 14 Mei 2026.

Ia menambahkan, proses pengolahan data digital tidak selalu berjalan cepat karena terkadang sulit diakses.
“Kalau gampang bukanya ya cepat, tapi kadang-kadang digital itu juga susah,” ujarnya.

Selain menelaah data black box, KNKT juga memeriksa sejumlah aspek lain, seperti sistem persinyalan, kondisi lintasan rel, serta pola komunikasi saat kejadian berlangsung. Seluruh temuan tersebut akan dikaji bersama dengan hasil wawancara pihak terkait.

Baca Juga: Tri Adhianto Soroti Kelayakan Kendaraan SPPG Pasca Kecelakaan MBG di Bekasi Timur

“Kami masih dalam tahap pengumpulan data-data di lapangan dan masih ada beberapa tes yang harus kami lakukan di persinyalan, di lintas, kemudian komunikasi seperti apa. Kita lagi mengumpulkan data-datanya,” ungkapnya.

Hingga saat ini, KNKT belum menyimpulkan penyebab pasti kecelakaan dan masih menunggu hasil lengkap dari seluruh rangkaian investigasi.