BEKASI.POJOKSATU.id – Seorang siswa SD Negeri di kawasan Pondok Gede, Kota Bekasi, diduga menjadi korban bully dan pemalakan oleh teman sekelasnya. Bocah laki-laki berinisial Z (10 tahun) mengaku kepada orang tuanya bahwa uang jajannya kerap habis karena diminta paksa oleh teman satu kelas.
Sang ibu, Amalia (35 tahun), menuturkan bahwa anaknya sempat ia nasihati untuk menjauhi teman-teman yang sering memalak. Namun, hal itu justru memicu amarah pelaku.
“Saya bilang ke anak saya untuk menjauhi temen-temennya itu yang suka malak,” ujar Amalia, Senin, 9 Juni 2025.
Baca Juga: Korban Bully di Pondok Gede Merasa Diabaikan, Sekolah Dinilai Lebih Membela Pelaku
Akibatnya, korban dipaksa naik ke lantai dua sekolah, di mana dua pelaku mengunci pintu kelas dan dua lainnya melakukan kekerasan fisik. Setelah kejadian, korban langsung mengadukan peristiwa itu kepada orang tuanya.
Kasus ini kemudian dibawa ke pihak sekolah. Mediasi dilakukan dan keluarga pelaku berjanji menanggung biaya pengobatan korban. Namun hingga kini, janji tersebut belum direalisasikan.
“Belum dibayar itu sekitar Rp 400–500 ribu, dan itu belum termasuk biaya ortopedi,” ucap Amalia dengan kecewa.
Baca Juga: Kasus Bully di SDN Pondok Gede, Bocah 10 Tahun Alami Cedera Serius
Amalia berharap agar kasus korban bully di Pondok Gede ini mendapat perhatian dari pihak berwenang, termasuk Pemerintah Kota Bekasi.***




