BEKASI.POJOKSATU.id - Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C), Puarman, mengungkap dugaan penyebab kembali menghitamnya aliran Kali Bekasi. Menurutnya, perubahan warna air dipicu oleh sedimen limbah yang sebelumnya mengendap di dasar sungai dan kembali teraduk ketika debit air meningkat akibat hujan.
Puarman menjelaskan, sebelum hujan turun, Sungai Cileungsi mengalami penyusutan debit yang cukup ekstrem karena wilayah hulu tidak diguyur hujan selama lebih dari 10 hari. Kondisi tersebut menyebabkan aliran sungai sangat kecil, bahkan debit air disebut hampir mendekati nol.
Akibat minimnya aliran, limbah yang masuk ke sungai menjadi lebih terkonsentrasi dan mengendap di dasar sungai dalam bentuk sedimen.
"Ketika debit sungai hampir nol, limbah industri menjadi lebih dominan dan mengendap di dasar sungai sebagai sedimen," ujar Puarman.
Baca Juga: Polres Metro Bekasi Kota perkuat kemitraan warga melalui Hari Juang Polri
Saat hujan kembali mengguyur wilayah hulu, debit sungai meningkat dengan cepat sehingga sedimen limbah yang berada di dasar sungai terangkat dan terbawa arus menuju wilayah hilir.
Ia mencontohkan kondisi di Jembatan Cikuda yang sehari sebelumnya berwarna hitam, namun kembali terlihat lebih bersih setelah sedimen terbawa aliran air.
"Buktinya air di Jembatan Cikuda yang kemarin hitam, hari ini cukup bersih karena sedimen limbah sudah hanyut ke hilir," katanya.
Menurut Puarman, fenomena tersebut menunjukkan bahwa pencemaran yang mengendap di wilayah hulu dapat berpindah ke daerah hilir ketika debit sungai meningkat secara signifikan.***




