BEKASI.POJOKSATU.id - Kualitas air baku yang dimiliki oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Patriot telah memburuk selama sekitar satu bulan terakhir, dan ini telah berdampak pada masyarakat dalam hal pasokan dan kualitas air bersih.
Selain masalah pasokan air bersih, saat ini masyarakat juga menghadapi masalah kesehatan akibat kesulitan mendapatkan air bersih yang layak.
Salah satu Warga Bulak Perwira, Kota Bekasi, Nur Hidayat, mengungkapkan bahwa sejak dua pekan terakhir, masyarakat telah mengalami penyakit akibat kualitas air Perumda Tirta Patriot yang buruk.
Baca Juga: Kualitas Air Perumda Tirta Patriot Dikomplain Warga: Mereka Cuma Minta Maaf
Nur Hidayat menjelaskan bahwa sejak air PAM menjadi tercemar, ia dan sebagian warga lainnya telah mengalami rasa gatal selama lebih dari dua minggu sejak awal munculnya limbah dalam air baku.
Dia merinci bahwa rasa gatal ini sangat mengganggu, terutama saat gatal muncul baik siang maupun malam, bahkan saat tidur.
"Tidak sadar badan sudah lecet semua," kata dia.
Baca Juga: Gara-Gara Krisis Air Bersih, Akun Medsos Wali Kota Bekasi Jadi Bulan-Bulanan Netizen
Untuk mengatasi masalah ini, Nur Hidayat harus berkonsultasi dengan dokter umum.
Dokter menyarankannya untuk tidak lagi menggunakan air Perumda Tirta Patriot yang saat ini tercemar.
Nur Hidayat menyebutkan bahwa saat ini ia telah mulai membaik karena beralih menggunakan air isi ulang.
Dia juga mengungkapkan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk perawatan akibat penggunaan air Perumda Tirta Patriot yang tercemar mencapai Rp2 juta.
Penurunan kualitas dan pasokan air tersebut bukan tanpa sebab, pencemaran Kali Bekasi ditenggarai menjadi penyebab utamanya.***




