BEKASI.POJOKSATU.id - Jumlah pengrajin batik di Jawa Barat mengalami penurunan dalam 2 tahun terakhir atau tepatnya ketika covid-19 melanda Indonesia.

Berdasarkan data yang diterima oleh bekasi.pojoksatu.id, dari 12 ribu pengrajin batik yang ada di Jawa Barat, kini hanya tersisa 6 ribu pengrajin.

Ketua Yayasan Batik Jawa Barat Sendy Ramania Wurandari menjelaskan hal itu disebabkan oleh berkurangnya produksi batik selama masa pandemi yang mengakibatkan banyak pengrajin beralih ke profesi lain.

Baca Juga: Polisi Kerahkan Ribuan Personel Gabungan Jaga Pertandingan Persija vs Barito Putera

"Meskipun ada Revolusi Batik di Indonesia pada era 4.0, kita tidak boleh mengabaikan nilai-nilai tradisional yang terkandung dalam batik," kata dia.

"Alih-alih beralih ke batik yang lebih praktis seperti tekstil motif batik atau printing, kita seharusnya membangkitkan rasa bangga mengenakan batik Indonesia asli," kata dia, Sabtu, 7 Oktober 2023.

Batiklopedia.com bekerja sama dengan Tikela Creative Evengelist telah menggelar acara perdana Batik Story di Bekasi.

Baca Juga: Jadwal SIM Keliling Kota Bekasi 9-14 Oktober 2023

Acara ini diadakan di Lagoon Avenue Mal Bekasi beberapa waktu lalu.

Batik Story merupakan bagian dari kegiatan offline Batiklopedia yang direncanakan akan diselenggarakan setiap bulan di kota-kota penghasil batik di Jawa Barat.

Ketua Asosiasi Pengusaha dan Pengrajin Batik Indonesia Komarudin Kudiya menjelaskan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi serta mengumpulkan data mengenai batik yang ada di kota-kota yang dikunjungi.

"Perubahan, baik yang disengaja maupun tidak, telah menjadi identitas yang besar dan cepat berlangsung," demikian kata dia.***