BEKASI.POJOKSATU.id – Kebijakan larangan study tour dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berdampak besar pada pelaku usaha transportasi pariwisata.
Di Kota Bekasi, sejumlah perusahaan otobus (PO) wisata mengaku mengalami kerugian hingga 40 persen akibat kebijakan tersebut.
Pengurus PO Pariwisata Metropolitan, Tatang, mengatakan, larangan ini membuat permintaan jasa angkutan wisata dari sekolah berhenti total, sehingga banyak karyawan tidak memiliki pekerjaan.
“Biasanya masa libur sekolah jadi momen ramai, sekarang sepi total,” ujarnya, Senin, 11 Agustus 2025.
Baca Juga: Asrama Mahasiswa Bekasi Milik Pemkot Memprihatinkan, Ikamasi: Butuh Perbaikan Segera
Pantauan di lapangan menunjukkan para sopir dan kru bus hanya duduk-duduk atau membersihkan kendaraan karena tidak ada perjalanan.
Menurut Tatang, surat edaran gubernur yang melarang kegiatan study tour, rekreasi, dan piknik dari sekolah-sekolah langsung memutus arus pemasukan perusahaan.
Biasanya, saat libur sekolah, armada banyak disewa untuk perjalanan pelajar ke Bogor, Bandung, hingga Yogyakarta. Namun kini, aktivitas tersebut terhenti, roda perekonomian mandek, dan pemasukan nyaris nol.
“Untuk makan keluarga saja susah. Dahulu mobil selalu jalan, sekarang menganggur. Pendapatan turun 40 persen,” tegasnya.
Baca Juga: Sentra Kue Subuh Resmi Soft Opening di Mall Bekasi Junction, Sediakan Lapak untuk UMKM
Tatang berharap Gubernur Jawa Barat meninjau ulang kebijakan itu, mengingat sektor transportasi wisata turut menghidupi masyarakat kecil.
“Harapan kami, Pak Dedi bisa mempertimbangkan kembali agar kebijakan tersebut dicabut,” ucap dia.***




