BEKASI.POJOKSATU.id – Kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan di Kota Bekasi mengalami peningkatan selama momen Lebaran 2026. Namun, peningkatan tersebut belum sepenuhnya diikuti dengan daya beli yang kuat.
Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Bekasi, Djaelani, mengungkapkan bahwa kenaikan traffic pengunjung sudah terlihat sejak beberapa hari sebelum Lebaran.
“Untuk H-3, rata-rata kenaikan pengunjung sekitar 20 persen dibandingkan hari normal,” ujar Djaelani, Rabu 25 Maret 2026.
Ia menambahkan, lonjakan pengunjung semakin terasa setelah Hari Raya. Pada H+1 Lebaran, peningkatan traffic bahkan mencapai 20 hingga 40 persen di sejumlah pusat perbelanjaan.
“Di H+1 ada peningkatan yang cukup signifikan, kisaran 20 sampai 40 persen,” jelas Djaelani.
Meski demikian, Djaelani menyebutkan bahwa tidak semua mal di Kota Bekasi mengalami lonjakan yang sama. Beberapa di antaranya hanya mencatat kenaikan sekitar 5 persen.
“Ada juga beberapa mal yang peningkatannya hanya sekitar 5 persen, jadi memang tidak merata,” katanya.
Baca Juga : Lonjakan Pendatang Usai Lebaran 2026 Ancam Picu Pengangguran dan Masalah Sosial di Bekasi
Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh daya beli masyarakat yang saat ini masih belum stabil. Sehingga, meskipun jumlah pengunjung meningkat, transaksi belum mengalami kenaikan signifikan.
“Kalau kita lihat, saat ini daya beli masyarakat memang masih belum stabil, jadi traffic naik tapi belum tentu belanjanya ikut naik,” ungkapnya.
Djaelani menjelaskan, meningkatnya jumlah pengunjung tidak lepas dari berbagai program promosi yang digelar oleh para tenant. Mulai dari potongan harga, peluncuran produk baru, hingga promo menarik seperti buy one get one.
“Banyak tenant yang mengadakan program diskon, produk baru, sampai promo buy one get one. Itu cukup efektif menarik pengunjung,” ujar dia.
Ia berharap, tren peningkatan kunjungan ini dapat terus berlanjut dan diiringi dengan membaiknya daya beli masyarakat dalam beberapa waktu ke depan.
“Harapannya tentu daya beli bisa segera pulih, sehingga tidak hanya ramai pengunjung, tapi juga berdampak pada transaksi,” tutup dia.***




