BEKASI.POJOKSATU.id - Seorang mahasiswa Universitas Islam 45 Bekasi (Unisma) meninggal dunia saat mengikuti Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) pada Jumat, 27 Desember 2024, sekitar pukul 17.30 WIB.

Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Pegunungan Sanggabuana, Karawang, Jawa Barat, dengan basecamp Mapala Unisma di Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang.

Diklat ini diikuti oleh enam peserta dan didampingi oleh 10 panitia dari senior Mapala.

Baca Juga: Pengendara Motor Tewas Usai Tabrak Truk di Cikarang Barat

Kapolsek Tegalwaru, Iptu Atta, menyatakan bahwa pihak kampus tidak memberikan pemberitahuan resmi kepada kepolisian maupun Perhutani mengenai kegiatan tersebut.

"Kegiatan dari kampus Unisma Bekasi tidak ada pemberitahuan kepada pihak kepolisian dan juga ke Perhutani," jelas Atta melalui keterangan tertulisnya pada Minggu, 29 Desember 2024.

Korban berinisial MATH, merupakan warga Kampung 200, Jalan Kemakmuran, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Baca Juga: Kronologi Penemuan Mahasiswa Unisma yang Meninggal saat Diklatsar Mapala di Karawang

Anggota Sanggabuana Wildlife Ranger, Komarudin, yang tengah melakukan penelitian bersama mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), mendapat laporan bahwa seorang peserta Diklatsar tak sadarkan diri di jalur pendakian dengan ketinggian sekitar 1.000 mdpl.

Komarudin bersama delapan mahasiswa IPB segera menuju lokasi dan menemukan korban dalam posisi terlentang, tertutup jas hujan, di lereng gunung yang miring.

"Saat tim mengecek tubuh korban, ternyata napas dan detak jantungnya sudah terhenti," ungkap Komarudin.

Setelah koordinasi dengan para senior Mapala, tim memutuskan untuk mengevakuasi korban ke kampung terdekat.***