BEKASI.POJOKSATU.id - Di balik judulnya yang terdengar playful dan mengundang nostalgia, lagu terbaru Rex Orange County berjudul "Hannah Montana" ternyata menyimpan cerita yang jauh lebih personal dan menyentuh. Lagu ini bukan tentang karakter serial Disney, melainkan tentang rasa bersalah dan penyesalan terhadap seseorang bernama Hannah dari masa lalu sang musisi.

Secara garis besar, lagu ini menceritakan sosok narator yang mengaku tidak mengerti mengapa ia terus menjauh dari Hannah, padahal setiap baitnya justru menunjukkan sebaliknya: ia sebenarnya tahu alasannya.

Alih-alih sekadar lagu tentang rasa suka, "Hannah Montana" lebih tepat digambarkan sebagai lagu tentang rasa bersalah yang menyamar sebagai lagu cinta. Narator mengenang bagaimana dulu ia pernah mendengar Hannah menangis, namun tak pernah benar-benar bertanya ada apa atau bagaimana perasaannya sebenarnya.

Nama "Hannah Montana" sendiri dalam lagu ini berfungsi sebagai semacam julukan atau topeng yang dikenakan Hannah, merujuk pada caranya berubah menjadi sosok yang berbeda dari waktu ke waktu. Di bagian reff, narator memanggil-manggil Hannah "di lembah sana", sebuah gambaran yang menyiratkan ketidakpastian apakah suaranya akan terdengar kembali atau justru hilang begitu saja.

Di akhir lagu, muncul pengakuan yang justru membalikkan keadaan: ternyata bukan hanya narator yang pernah memanggil tanpa jawaban, melainkan Hannah pernah menghubunginya di masa lalu, dan narator-lah yang justru tidak pernah mengangkat panggilan tersebut.

Dalam deskripsi resmi video musiknya, dijelaskan bahwa lagu ini bercerita tentang orang-orang yang gagal kita pahami ketika masih ada kesempatan untuk itu. Liriknya menyentuh tentang mendengar seseorang menangis namun tak pernah bertanya ada masalah apa, menyadari perubahan pada diri seseorang namun menganggapnya baik-baik saja, serta mengabaikan panggilan karena mengira akan selalu ada hari esok untuk menghubungi kembali.

Pesan intinya mengajak pendengar untuk lebih peduli dan memeriksa kabar orang-orang terdekat selagi masih sempat, karena tidak semua perpisahan memberi kesempatan untuk mengucapkan hal-hal yang seharusnya disampaikan.

Dari sisi musikalitas, lagu ini tampil dalam balutan balada folk yang melankolis dengan sentuhan country, dibawakan lewat petikan gitar akustik, biola, viola, dan piano yang menambah kesan syahdu pada keseluruhan lagu.

Nuansa musikal ini semakin memperkuat tema kerinduan dan kehilangan yang menjadi inti dari "Hannah Montana", menjadikannya salah satu lagu paling emosional dalam album "Dream Fatigue" yang akan dirilis penuh pada 6 November 2026.