POJOKSATU.id - Mantan anggota satuan pengamanan (satpam) SMAN 18 Kota Bekasi bernama Suhadi blak-blakan berbicara tentang kecurangan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online 2023.

Dia mengaku dipecat pihak sekolah secara sepihak sejak 8 Agustus 2023. Padahal, dia sudah bekerja di sana sejak 2013.

Suhadi pun membongkar dugaan praktik kecurangan pada PPDB di sekolah itu. Dia menyebut Staf Tata Usaha (TU) sekaligus Operator PPDB Online bernama Asep Surahman.

Baca Juga: Marak Aksi Pindah KK Jelang PPDB, Kadisdukcapil Tak Bisa Berbuat Banyak

Kepada wartawan, Suhadi mengaku disuruh mencari orang tua siswa yang ingin anaknya masuk SMAN 18 Kota Bekasi tanpa melalui PPDB.

"'Ibu nelpon gue suruh mengkondisikan dapodik dua kelas pak (kata Asep ke Suhari). Dan di situ Asep nanya lagi, ‘Gimana pak kira kira sepakat?’,” kata Suhadi, Senin, 14 Agustus 2023.

Singkat cerita, Suhadi mendapatkan 13 orang tua calon siswa, 12 anak ingin masuk SMAN 18 Kota Bekasi, 1 anak lainnya SMAN 1 Kota Bekasi.

Nominal sogokan untuk masuk ke SMAN 18 Kota Bekasi, tutur Suhadi, bervariatif. Tetapi, dia mengingat ada lebih dari Rp100.000.000 uang masuk ke rekening pria bernama Asep Surahman itu.

"Saya serahkan 13 berkas dan amplopnya semua. Jadi satu orang tua siswa yang mau masuk SMAN 18 Kota Bekasi itu Rp7.000.000 dikali 12 siswa, dan Rp20.000.000 untuk ke SMAN 1 Kota Bekasi," ucap dia.

Baca Juga: Satgas Saber Pungli Awasi Pelaksanaan PPDB di SMAN 1 Kota Bekasi

Saat tahun ajaran baru akan dimulai, tiga belas calon siswa itu tidak masuk sebagai daftar murid 2 sekolah tersebut. Lantas, para orang tua murid itu bertanya kepada Suhadi yang menjadi perantara Asep Surahman.

Mereka mendesak uang yang telah disetorkan dikembalikan kepada mereka karena janji masuk sekolah negeri itu tidak tercapai.

"Sampai saat ini belum ada yang diakomodir. Pernah dipetemukan kepala sekolah Senin tanggal 31 Juli," katanya.

Harapan anak-anaknya bersekolah ke SMA negeri lewat jalur 'cepat' pun kandas. Sekolah swasta menjadi satu-satunya pilihan. Hal ini yang turut menyeret Suhadi hingga dipecat dari sekolah tersebut.

Sementara itu, pria bernama Asep Surahman masih belum diketahui keberadaannya hingga saat ini.***