Pojoksatu.id, BEKASI - Bertempat di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bekasi Kota karyawan/ti turun langsung aktif menyapa peserta BPJS Ketenagakerjaan yang datang ke kantor cabang, Selasa (2/5/2023).
Sebagai perwakilan Kepala Bidang pelayanan, Dahlia Libriana berinteraksi langsung dengan peserta yang datang ke kantor cabang. Dalam kesempatan itu dilakukan juga sosialisasi aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) kepada para peserta yang hadir.
Dahlia mengatakan Hari ini merupakan rangkaian peringatan Mayday, yang diselenggarakan serentak di seluruh kantor BPJS Ketenagakerjaan.
"Pemerintah memfasilitasi segala risiko yang dihadapi oleh para pekerja melalui BPJS Ketenagakerjaan melalui program-program yang diselenggarakan," katanya.
Masih dalam suasana Hari Raya Idul Fitri, tema Mayday tahun ini merajut kebersamaan di hari yang fitri, dengan tema tersebut diharapkan terjalin harmonisasi antara 3 elemen sehingga meningkatkan peoduktivitas di dunia usaha khususnya di Kota Bekasi meningkatkan perekonomian sehingga kesejahteraan meningkat.
"Saat ini kita masih proses recovery setelah 2 tahun mengalami pandemi, untuk itu mari kita bekerjasama untuk membuat Kota Bekasi pulih dan lebih baik," ujar Dahlia.
Menurutnya, banyak manfaat jika menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, sehingga pekerja bisa lebih konsentrasi dan meningkatkan produktivitas sehingga perekonomian bisa lebih majumaju.
Sementara Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Kota, Uus Supriyadi mengatakan, 1 Mei diperingati dengan Hari Buruh Internasional, BPJS Ketenagakerjaan yang awalnya PT Astek menjadi PT Jamsostek hingga saat ini menjadi BPJS Ketenagakerjaan sebagai badan penyelenggara jaminan sosial ketenagakerjaan yang diberikan amanah oleh negara, BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan kepada seluruh pekerja baik sektor formal maupun informal.
"Apabila para pekerja mengalami risiko, para pemberi kerja tidak perlu khawatir karena kami yang akan menanggung biaya atau memberi santunan," ujar Uus.
Mulai dari kecelakaan kerja, peserta mendapatkan perlindungan mulai berangkat dari rumah, ketika bekerja dan saat pulang dari tempat kerja, apabila mengalami risiko maka peserta bisa datang ke rumah sakit atau puskesmas yang sudah menjadi mitra PLKK agar tidak mengeluarkan biaya apapun.
"Jika peserta meninggal dunia biasa maka ahli waris berhak mendapatkan santunan sebesar 42juta dan beasiswa untuk 2 orang anak hingga Rp174 juta," lanjutnya.
Uus menambahkan, untuk JHT bisa diambil kapanpun jika sudah tidak bekerja dan ada pengembangan saldonya yang bisa dirasakan manfaatnya oleh peserta. Khusus untuk peserta yang mempunyai saldo dibawah Rp.10 juta bisa memanfaatkan aplikasi JMO untuk proses pencairan tanpa perlu datang ke kantor cabang.
JKP atau Jaminan Kehilangan Pekerjaan, bagi pekerja yang mengalami PHK bisa mendapatkan uang tunai sebesar 45% dari gaji selama 3 bulan pertama dan 25% dari gaji untuk 3 bulan selanjutnya, layanan konseling, informasi pasar kerja, dan pelatihan pekerjaan.
Terakhir Uus mengucapkan terimakasih kepada para peserta yang sudah datang ke kantor cabang semoga pelayanan yang diberikan berkenan dan kami siap menerima segala masukan untuk perbaikan kedepan agar lebih baik.
"Para peserta yang sudah mencairkan JHT bisa menjadi peserta bukan penerima upah hanya dengan 16.800 sudah berhak mendapatkan perlindungan 2 program yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian," jelasnya.
Julianto, salah satu peserta yang datang ke kantor cabang mengatakan, ia sedang mengurus klaim jaminan hari tua setelah berhenti bekerja di perusahaannya. Menurutnya pelayanan di cabang bekasi sangat memuaskan dan ramah, mulai dari satpam hingga petugas pelayanan. Ia mengaku uangnya akan digunakan untuk usaha dan akan daftar sebagai pekerja mandiri di BPJS Ketenagakerjaan. (Mas)



