BEKASI.POJOKSATU.id - Pada momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) sejumlah kebutuhan pokok yang berada di Pasar Poncol, Kaliabang Tengah, mengalami kenaikan yang signifikan.

Diketahui bahwa kenaikan yang paling Dirasakan Yakni Cabai yang sebelumnya berada di bawah Rp50.000 per kilogram melonjak hingga Rp80.000 sampai Rp100.000 per kilogram.

Selain Cabai, keniaka harga juga terjadi pada wortel. Yang biasanya berada di kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp15.000 hingga Rp16.000 per kilogram.

Menurut salah satu pedagang, Parti (38), menjelaskan, kenaikan kebutuhan pokok seringkali terjadi menjelang akhir tahun.

"Kalau sudah akhir tahun ini, seluruh kebutuhan pokok pasti naik. Namun yang paling terasa yakni wortel dan Cabai naiknya," jelas Parti, Selasa 30 Desember 2025.

Menurut dirinya, bahwa kenaikan kebutuhan pokok yang kerap terjadi, membuat pengurangan daya beli di masyarakat.

"Ya sedikit adanya penurunan daya beli, namun untuk omzet tidak begitu turun ya," ucap dia.

Dampak kenaikan harga bahan pokok pada momentum Nataru dirasakan oleh pemilik rumah makan. Persida (43), pemilik warteg, mengaku kenaikan harga bahan baku, terutama cabai, cukup memengaruhi biaya produksi usahanya.

Baca Juga : TPS Liar Kebalen Ditutup, Pengangkut Sampah Kebingungan Cari Lokasi Pembuangan

“karena warteg saya bahan uatamanya cabai, jadi yang paling kerasa ya cabai. Biasanya Rp50.000 per kilo, sekaranf jadi Rp80.000 per kilo,” ujar Persida.

Untuk menyiasati kenaikan tersebut, Persida menyesuaikan harga menu makanannya dengan menaikan harga sekitar Rp1000 hingga Rp2000 per porsi agar tetap memperoleh keuntungan.

Meski terjadi penyesuaian harga menu, Persida menilai respon pelanggan masih relatif stabil.

“aman-aman saja, karena pembeli warteg saya kebanyakan ibu rumah tangga. Mereka sudah paham kalau harga bahan memang sering naik, apalagi menjelang tahun baru,” ungkap dia.

Kenaikan harga bahan pokok menjelang Nataru menjadi tantangan rutin bagi pedagang dan pelaku usaha kuliner. Namun, dengan penyesuaian harga serta pemahaman dari konsumen, aktivitas perdagangan dan usaha rumah tetap berjalan.***