BEKASI.POJOKSATU.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi mencatat bahwa adanya peningkatan kasus Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender (LGBT) di Kota Bekasi.

Berdasarkan informasi yang diterima Pojokbekasi, bahwa data tahun 2025 ditemukan 1000 kasus LGBT di wilayah Kota Bekasi.

Ketua MUI Kota Bekasi, Saifuddin Siroj, menjelaskan, untuk lonjakan kasus terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

"Berdasarkan hasil pendalaman dari beberapa instansi, datanya sedang di-progress sekarang. Angkanya dari 544 tahun kemarin 2023, ternyata sekarang menurut data laporan dari lembaga-lembaga yang masih dalam konfirmasi pendalaman itu sampai 5.600 lebih kasus di 2024," ujar Siroj, kepada awak media, Sabtu 20 September 2025.

Baca Juga : Pemkot Bekasi Kerja Bakti Massal di 7 Lokasi

Siroj menerangkan, bahwa jika data tersebut tervalidasi, maka ada peningkatan sangat luar biasa setiap tahunnya.

"Berarti dalam setahun ini luar biasa perkembangannya, 1.000 persen dong, 100 persen lebih," kata Siroj.

Siroj menuturkan, salah satu program prioritas MUI yakni ingin menelusuri fenomena yang terjadi di Lagoon dan Center Point terkait dengan LGBT dan obat-obat terlarang.

Meskipun demikian, Saifuddin menekankan bahwa data tersebut masih bersifat sementara dan belum final.

Pihaknya masih terus berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti layanan kesehatan, rumah sakit, dan yayasan-yayasan yang menangani isu LGBT dan narkoba, untuk memvalidasi data tersebut.

Jika data tersebut valid, maka kota Bekasi masuk ke dalam zona merah. Artinya rawan LGBT.

Baca Juga : Disdik Kota Bekasi Beri Sanksi Tertulis ke Kepsek SMPN 13 Terkait Kasus Pelecehan Siswi

"Kita belum men-judge itu, tapi agak mengarah ke sana, kalau data itu tervalidasi jumlahnya 5.000," terang dia.

Dirinya meminta kepada masyarakat, agar menunggu hasil resmi yang nantinya akan disampaikan ke publik.

"Nanti kita ada hasil konferensi pers setelah ada konfirmasi yang tervalidasi. Maka sekarang masih dalam rangka progres pendalaman dulu, data-data itu harus tervalidasi, itu masih data sementara, nanti fix-nya nanti kita adakan press release dari MUI," tutur dia.

Siroj menyebutkan, untuk kasus penggunaan Narkoba juga mengalami peningkatan di Kota Bekasi. Ini menjadi perhatian serius untuk MUI Bekasi.

Baca Juga : 5 Siswa Ditetapkan Tersangka Kasus Perundungan di SMKN 1 Cikarang Barat

"Untuk output-nya apa, kemudian solusinya apa nanti kita sekaligus nanti ada laporan dari komisi litbang secara komprehensif," kata Siroj.

MUI berencana untuk merumuskan solusi yang komprehensif, mulai dari langkah preventif, proses diagnosis, hingga penanganan pasca-kasus.

"Kita perlu data dulu yang valid, kalau sekarang masih progres pendalaman kan, baru angka-angka muncul itu kan belum tervalidasi," tutup Siroj.***