BEKASI.POJOKSATU.ID - Kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang terus menuai reaksi dari berbagai pihak.
Terbaru, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto ikut angkat bicara dan menyebut peristiwa tersebut sebagai tamparan serius.
Sekaligus bahan introspeksi bagi jajaran pemerintah daerah, khususnya di Kota Bekasi.
Baca Juga: Arus Libur Nataru Meledak! Lalin di Jalan Layang MBZ Naik hingga 65 Persen
Tri Adhianto mengaku prihatin atas kasus hukum yang kini menjerat kepala daerah tetangganya itu.
Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi pengingat keras bahwa jabatan publik harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, transparansi, dan akuntabilitas.
Tri mengatkan, Menjadi introspeksi agar menjadi pelajaran buat saya dan jajaran Pemkot Bekasi.
Baca Juga: Sentilan PDIP Usai OTT KPK, Nasib Bupati Bekasi Jadi Peringatan Keras Elite Daerah
"Guna bisa bekerja lebih transparan, akuntabel, dan sesuai dengan tata kelola pemerintahan,” kata Tri, dikutip dari instagram @moodbekasi.co, 20 Desember 2025.
Kasus Ade Kuswara Kunang yang terjerat operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai mencoreng wajah pemerintahan daerah di Bekasi Raya.
Terlebih, Ade baru saja terpilih dan belum lama menjabat sebagai Bupati Bekasi ketika dugaan praktik suap proyek mencuat ke publik.
Baca Juga: KDMP Tamanrahayu Fokus Bidang Sembako, Targetkan Penambahan Anggota
Tri menegaskan bahwa peristiwa ini seharusnya menjadi pelajaran penting bagi seluruh kepala daerah dan aparatur sipil negara.
Ia mengingatkan bahwa kepercayaan publik merupakan amanah besar yang dapat runtuh seketika jika disalahgunakan.
“Korupsi tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Ini yang paling berbahaya,” ujar Tri.
Di tengah sorotan tajam publik, Tri memilih bersikap hati-hati dan tidak ingin mendahului proses hukum yang sedang berjalan.
Ia menegaskan menghormati penegakan hukum dan menyerahkan sepenuhnya kepada KPK untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
Baca Juga: Hanya 2 Aset Dilaporkan Hasil Sendiri, KPK Akan Telusuri 29 Tanah Milik Bupati Bekasi
Selain itu, Tri juga menyampaikan doa dan harapannya agar Ade Kuswara Kunang dapat menjalani proses hukum dengan lapang dada.
Ia berharap proses hukum berjalan adil, transparan, dan tidak berlarut-larut.Turut prihatin, saya mendoakan semoga diberikan kemudahan, kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan.
"Semoga prosesnya berjalan dengan baik dan segera cepat selesai,” ujarnya.
Kasus ini juga memicu kekhawatiran publik terkait integritas kepala daerah.
Terutama di tengah maraknya operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK terhadap pejabat daerah dalam beberapa bulan terakhir.
Banyak pihak menilai lemahnya pengawasan internal dan budaya politik transaksional masih menjadi masalah serius di tingkat lokal.
Pengamat menilai, pernyataan Tri Adhianto mencerminkan upaya menjaga jarak politik sekaligus menunjukkan komitmen moral.
Agar Pemkot Bekasi tidak terseret dalam pusaran krisis kepercayaan publik.
Namun, publik menunggu lebih dari sekadar pernyataan, aksi nyata dalam memperkuat tata kelola pemerintahan dinilai menjadi ujian sesungguhnya.
Kasus Ade Kuswara Kunang pun menjadi alarm keras bahwa kekuasaan tanpa integritas hanya akan berujung pada kehancuran karier politik dan rusaknya kepercayaan rakyat.***




