BEKASI.POJOKSATU.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Amanat Nasional (PAN) Bekasi Utara menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pengajian rutin yang dihadiri sekitar 600 jemaah di Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman Ketua DPC PAN Bekasi Utara Lukman Hakim atau Alex Ziblo, di kawasan Kaliabang Bungur, Kelurahan Harapan Jaya.
Peringatan Maulid Nabi itu juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-28 PAN.
Alex mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperkuat silaturahmi dan ukhuwah islamiyah dengan masyarakat, khususnya warga di wilayah Bekasi Utara.
"Melalui peringatan Maulid Nabi dan majelis zikir ini, kami ingin terus menjaga nilai-nilai kebersamaan serta kepedulian antar sesama. Kegiatan rutin ini menjadi komitmen kami di DPC PAN Bekasi Utara untuk selalu hadir dan berbaur di tengah masyarakat," ujar Alex.
Ia mengatakan kegiatan keagamaan tersebut juga diharapkan dapat menjadi ruang pertemuan antara masyarakat, ulama, dan tokoh masyarakat.
Selain mempererat silaturahmi, Alex menyebut kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meminta doa dan dukungan dalam menghadapi agenda politik mendatang.
"Istilahnya sambil menyelam minum air, kita mengencangkan tali silaturahmi sekaligus memohon doa restu dari para kyai, habaib, dan warga untuk kesiapan konsolidasi pemenangan PAN di 2029," katanya.
Baca Juga : Pemkot Bekasi Tertibkan 350 Lapak PKL di Pasar Baru, Pedagang Direlokasi ke Dalam Pasar
Pengajian yang diikuti sekitar 600 jemaah tersebut turut dihadiri sejumlah ulama, tokoh masyarakat, pejabat publik, dan figur publik.
Pembacaan Asmaul Husna dipimpin Habib Umar bin Ahmad Al Attos, sementara pembacaan maulid dipimpin Ustadz Ahmad Fairuz.
Anggota DPRD Kota Cirebon Dani Ramdani dan artis Ali Zaenal juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Alex berharap kegiatan keagamaan dan silaturahmi bersama masyarakat dapat terus dilakukan secara rutin.
Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan baik antara partai, ulama, tokoh masyarakat, dan warga.***




