POJOKSATU.id - Pemerintah Kabupaten Bekasi sedang melaksanakan normalisasi Saluran Sekunder (SS) irigasi Sukatani sepanjang 20 kilometer, mulai dari wilayah Cikarang Utara hingga Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, Rabu, 7 Juni 2023.

Hal ini dilakukan karena banyak warga yang mengandalkan SS irigasi Sukatani untuk memenuhi kebutuhan air pertanian di Kecamatan Karangbahagia dan sekitarnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Dedy Supriyadi, menyatakan pihaknya telah memulai rehabilitasi dan normalisasi SS irigasi Sukatani 2 pekan lalu.

Mereka menggunakan satu unit alat berat untuk membersihkan lumpur dan sampah sepanjang 20 kilometer, serta 2 unit pompa penyedot air mobile untuk membantu petani yang lahan pertaniannya jauh dari saluran irigasi sekunder tersebut.

BACA JUGA: Mengenal Sosok Mbah Sadiman, Pahlawan Lingkungan Selamatkan Warga Dari Kekeringan

Dedy menjelaskan bahwa normalisasi SS irigasi Sukatani sangat penting untuk memastikan pasokan air yang cukup agar lahan pertanian tidak mengalami kekeringan akibat lumpur dan sampah yang menyumbat saluran irigasi tersebut.

Pemerintah Kabupaten Bekasi tidak dapat meminta Perum Jasa Tirta (PJT) II untuk meningkatkan debit air karena khawatir akan berdampak pada pemukiman penduduk.

"Saat ini, PJT II hanya bisa mengaliri 50 persen area persawahan karena jika air dialirkan sepenuhnya, akan menyebabkan banjir di pemukiman warga," kata dia.

Oleh karena itu, Pemkab Bekasi berupaya agar aliran air lancar dari pintu air Cilemah Abang hingga lahan pertanian di Karangbahagia tanpa adanya sedimentasi lumpur atau sampah.

Lanjut dia, normalisasi sungai ini akan dilakukan secara rutin tidak hanya di wilayah yang terkena dampak kekeringan, tetapi juga di wilayah lain yang memiliki masalah sedimentasi sungai yang serius.

Untuk jangka panjang, Pemkab Bekasi berencana membangun embung guna memenuhi kebutuhan air di berbagai wilayah yang sering terdampak kekeringan setiap tahun.

Dedy berharap para petani dapat melakukan pengelolaan pertanian dengan menggunakan metode konvensional dan mesin agar hasil panen mereka maksimal dan berkualitas tinggi.

Pemkab Bekasi juga berencana untuk merencanakan penggunaan mesin secara mekanik agar produktivitas pertanian dapat meningkat secara signifikan di masa depan.

Penulis: Ariesant - Radarbekasi.id
Editor: Andi Saddam