BEKASI.POJOKSATU.id - Sejumlah pembangunan infrastruktur yang berada di wilayah Kota Bekasi tersendat dan terhambat dalam pengerjaannya.
Wakil Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, mengatakan, bahwa para kontraktor ataupun pihak ketiga sulit untuk mendapatkan bahan baku.
Abdul menuturkan, sejak penutupan sejumlah tambang di Jawa Barat, oleh Gubernur, membuat kontraktor sulit mendapatkan bahan baku. Sehingga berdampak pada lambatnya proses pekerjaan proyek infrastruktur yang didanai Pemkot Bekasi.
"Para kontraktor saat ini kesulitan bahan baku karena tambangnya ditutup oleh Gubernur. Jadi mereka terpaksa harus mengambilnya dari Lampung dan daerah lain," kata Bobihoe, Jumat 14 November 2025.
Baca Juga : Ketua DPRD Kota Bekasi Sarankan Infrastruktur RW Lewat Jalur Musrenbang, Bukan dari Dana Hibah 100 Juta
Untuk itu, para kontraktor harus mengambil bahan baku dari wilayah lain, ini membuat lebih lama dalam hal distribusi.
Selain itu, ongkos untuk membeli maupun mengirim juga mahal dibandingkan dengan mengambil di wilayah Jawa Barat.
"Jarak tempuhnya jauh, ongkosnya juga mahal. Selain itu belum tentu juga bahan baku yang dicari ada dan bisa didapat," tegas dia.
Bobihoe memastikan bahwa pengerjaan Infrastruktur di wilayah Kota Bekasi nantinya akan rampung tepat waktu, meskipun saat ini tersendat dalam pengerjaannya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi juga akan melakukan evaluasi capaian atau progres pembangunan di wilayah Kota Bekasi.***




