BEKASI.POJOKSATU.id – Pemerintah terus mempercepat pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi mengatasi persoalan sampah di berbagai kota besar. Salah satunya ditandai dengan dimulainya pembangunan PSEL di Bantargebang, Kota Bekasi.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, pembangunan PSEL menjadi bagian dari strategi pemerintah menangani daerah yang telah mengalami kondisi darurat sampah.
"Yang darurat dan besar-besar, di atas 1.000 ton, kita akan buat PSEL atau Waste-to-Energy," ujar Zulkifli Hasan.
Pemerintah menargetkan pembangunan PSEL di 40 kota besar dapat diselesaikan secara bertahap pada 2027 hingga 2028. Melalui langkah tersebut, pemerintah optimistis persoalan sampah nasional dapat tertangani hingga 70 sampai 80 persen pada 2029.
Baca Juga: PSEL Bantargebang Dibangun, Tri Adhianto: Masih Ada 300 Ton Sampah yang Harus Diselesaikan Bersama
Meski demikian, Zulhas menilai keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pembangunan fasilitas pengolahan. Sekitar 20 persen persoalan sampah masih harus diselesaikan melalui perubahan perilaku masyarakat, terutama dengan membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah.
Sampah organik dan anorganik diharapkan dipisahkan sejak dari dapur sehingga tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan akhir.
Sejalan dengan itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berharap pembangunan PSEL di Bekasi dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah.
Menurutnya, persoalan sampah tidak hanya membutuhkan dukungan teknologi, tetapi juga perubahan budaya agar masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan.
Groundbreaking PSEL Bantargebang dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan Wakil Wali Kota Bekasi.***




