BEKASI.POJOKSATU.ID - Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menghadiri Forum 8 Gubernur dan Kepala Daerah yang berfokus pada percepatan penanggulangan Tuberkulosis (TBC).

Kegiatan ini berlangsung di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kemendagri, Jakarta, dan dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.

Forum tersebut dihadiri oleh Gubernur, Bupati, dan Wali Kota dari delapan provinsi prioritas penanggulangan TBC, yakni Sumatera Utara, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga: Darurat Sampah, Pemkot Bekasi Dorong PSEL Kapasitas Harian 1.000 Ton

Dalam sambutannya, Mendagri Tito menegaskan pentingnya pembentukan Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) di setiap daerah.

Menurutnya, keberadaan tim ini menjadi kunci memperkuat koordinasi lintas sektor agar lebih efektif dan menghasilkan rencana aksi konkret.

“TP2TB adalah kunci untuk mempercepat penanggulangan TBC. Dengan adanya tim ini, kita bisa memastikan kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, dan para pemangku kepentingan berjalan lebih solid. Sinergi inilah yang akan menentukan keberhasilan kita mencapai target penanggulangan TBC sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujar Mendagri Tito Karnavian.

Tri Adhianto menegaskan bahwa kehadirannya di forum tersebut merupakan bentuk dukungan nyata terhadap target nasional penanggulangan TBC. Ia menyebut forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat strategi kesehatan masyarakat di Kota Bekasi.

Baca Juga: SMPN 13 Kota Bekasi Skors Guru Olahraga yang Terlibat Dugaan Pelecehan Siswi

“Kami di Kota Bekasi siap mendukung penuh upaya percepatan penanggulangan TBC melalui pembentukan tim percepatan di tingkat daerah. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, saya optimis target penanggulangan TBC dapat tercapai. Forum ini menjadi langkah nyata untuk menyatukan visi sekaligus memperkuat komitmen dalam mewujudkan Indonesia yang lebih sehat,” tutur Tri Adhianto.

Melalui forum ini, pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam upaya pencegahan, pengendalian, hingga pengobatan TBC sebagai bagian dari agenda kesehatan nasional.***