BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kota Bekasi terus melanjutkan proses pembebasan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat yang direncanakan berdiri di wilayah Kecamatan Bantargebang.

Proses tersebut dilakukan secara bertahap sejak tahun 2024 sebagai bagian dari dukungan daerah terhadap program pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kota Bekasi Widayat Subroto Hardi mengatakan pemerintah daerah menargetkan kebutuhan lahan sekitar lima hektare dapat diselesaikan sepenuhnya pada tahun depan.

Menurutnya, proses pembebasan lahan telah dimulai sejak tahun lalu dengan capaian awal lebih dari dua hektare yang berhasil dibebaskan oleh pemerintah daerah.

Baca Juga: Pemkot Kota Bekasi Siapkan Lahan, Pemerintah Pusat Bangun Gedung: Kolaborasi Wujudkan Program Sekolah Rakyat

“Tahun lalu sudah dibebaskan sekitar dua hektare lebih. Tahun ini kita tambah lagi, sehingga ditargetkan tahun depan seluruh kebutuhan lahan sekitar lima hektare sudah selesai,” ujar Widayat, dikutip dari Radar Bekasi, 11 Maret 2026.

Ia menjelaskan bahwa penyediaan lahan merupakan tanggung jawab pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan Sekolah Rakyat.

Sementara itu, pembangunan fisik gedung sekolah nantinya akan dilaksanakan oleh pemerintah pusat.

Dengan demikian, keberadaan lahan yang telah disiapkan menjadi salah satu faktor penting agar proses pembangunan sekolah dapat segera direalisasikan.

Baca Juga: Gudang Semen di Bantargebang Dikeluhkan Warga, Begini Tindakan Dinas LH Kota Bekasi

“Pembangunan gedungnya oleh pemerintah pusat,” katanya.

Widayat menambahkan, pemerintah daerah terus melakukan koordinasi dan persiapan teknis agar proses pembebasan lahan dapat berjalan sesuai rencana.

Langkah tersebut dilakukan agar pembangunan fasilitas pendidikan tersebut tidak mengalami hambatan di tahap awal.

Selain itu, keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu di Kota Bekasi, khususnya di wilayah Bantargebang dan sekitarnya.

Saat ini, program Sekolah Rakyat di Kota Bekasi telah berjalan melalui dua sekolah yang sudah beroperasi. Kedua sekolah tersebut menampung ratusan siswa dari keluarga kurang mampu.

Sekretaris Dinas Sosial Kota Bekasi Fikri Firdaus menjelaskan bahwa total kuota Sekolah Rakyat yang tersedia saat ini mencapai 280 siswa.

Salah satu sekolah adalah Sekolah Rakyat Menengah Atas 13 Bekasi yang berada di kawasan Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi Timur dengan kapasitas 180 siswa.

Baca Juga: Tri Adhianto: Program Rp100 Juta per RW Jadikan Warga Bekasi Garda Terdepan Pembangunan

Selain itu terdapat Sekolah Rakyat Terintegrasi 43 yang berlokasi di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bekasi dengan kuota sekitar 100 siswa untuk jenjang pendidikan dasar hingga menengah pertama.

Dengan tambahan lahan yang tengah dipersiapkan di Bantargebang, Pemerintah Kota Bekasi berharap pembangunan Sekolah Rakyat dapat terus diperluas sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses pendidikan.

Selain menjadi bagian dari program nasional, keberadaan sekolah tersebut juga diharapkan mampu membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat upaya pengentasan kemiskinan melalui sektor pendidikan.***