BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Sosial terus memperkuat berbagai program perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menekan angka kemiskinan.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Dalam beberapa tahun terakhir, tingkat kemiskinan di Kota Bekasi menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan.

Hingga menjadikannya sebagai salah satu daerah dengan angka kemiskinan terendah di Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga: Ade Puspitasari Gelar Reses Konvensional di Pondok Gede, Serap Aspirasi Warga

Kepala Dinas Sosial Kota Bekasi Robert TP Siagian mengatakan bahwa pada tahun 2025 tingkat kemiskinan di Kota Bekasi tercatat berada di angka 4,01 persen.

Capaian tersebut menempatkan Kota Bekasi sebagai salah satu dari tiga daerah dengan tingkat kemiskinan paling rendah di Jawa Barat.

“Tahun 2025 kemarin kita di angka 4,01 persen. Dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat, kita termasuk di nomor tiga terkecil,” ujar Robert, dikutip dari Radar Bekasi, 11 Maret 2026.

Baca Juga: Ade Puspitasari Ajak Warga Aktif Sampaikan Aspirasi dalam Kegiatan Reses

Menurutnya, penurunan angka kemiskinan tersebut tidak terlepas dari berbagai program pengentasan kemiskinan yang dijalankan pemerintah daerah secara berkelanjutan.

Program-program tersebut tidak hanya berupa bantuan sosial, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat agar mampu mandiri secara finansial.

Salah satu program yang dijalankan oleh Dinas Sosial Kota Bekasi adalah pembentukan Kelompok Usaha Bersama.

Baca Juga: Ade Puspitasari Gelar Reses II DPRD Jabar di Jakamulya, Serap Aspirasi Warga RW 13

Program ini bertujuan untuk mendorong keluarga rentan miskin agar memiliki usaha kecil yang dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga.

Robert menjelaskan, pada tahun lalu Dinas Sosial membentuk enam kelompok KUBE yang masing-masing terdiri dari enam keluarga.

Melalui program ini, para anggota kelompok mendapatkan pendampingan untuk mengembangkan usaha kecil yang mereka jalankan.

“Ini kalau kita lihat kemarin hasilnya cukup signifikan, terjadi peningkatan pendapatan,” kata Robert.

Selain program pemberdayaan ekonomi, pemerintah daerah juga memberikan bantuan langsung tunai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga: Wali Kota Bekasi Ajak ASN Perkuat Empati dan Kepedulian Sosial

Bantuan tersebut disalurkan kepada 10.149 keluarga penerima manfaat yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Bekasi.

Menurut Robert, bantuan tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga digunakan oleh sebagian penerima sebagai modal usaha kecil untuk meningkatkan perekonomian keluarga.

“Jadi uangnya itu dipergunakan untuk modal usaha kecil, sehingga dia bisa berusaha untuk mandiri. Penguatannya, Dinsos memberikan pendampingan,” jelasnya.

Baca Juga: Wali Kota Bekasi Ingatkan ASN Jaga Kedisiplinan

Ia menambahkan bahwa program-program tersebut mulai menunjukkan dampak positif.

Setidaknya terdapat sekitar 20 keluarga yang kesejahteraannya meningkat dan tidak lagi masuk dalam daftar penerima bantuan langsung tunai.

Untuk memperkuat upaya pengentasan kemiskinan, Dinas Sosial Kota Bekasi juga melakukan kolaborasi dengan sejumlah perangkat daerah lain, seperti Dinas Koperasi dan UMKM.

Baca Juga: Perusahaan Tak Bayar THR? Disnaker Kota Bekasi Siap Panggil dan Klarifikasi

Melalui kerja sama tersebut, para pelaku usaha kecil diberikan kesempatan untuk mengikuti berbagai kegiatan ekonomi, termasuk bazar maupun operasi pasar murah.

Selain itu, perhatian juga diberikan kepada kelompok masyarakat rentan lainnya, seperti penyandang disabilitas.

Pemerintah daerah menyalurkan berbagai bantuan alat bantu seperti kursi roda, alat bantu dengar, hingga tongkat untuk mendukung aktivitas sehari-hari para penyandang disabilitas.

Robert menegaskan bahwa upaya menekan angka kemiskinan tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

Dengan berbagai program sosial, pemberdayaan ekonomi, serta dukungan lintas perangkat daerah, Pemerintah Kota Bekasi optimistis angka kemiskinan dapat terus ditekan sehingga kesejahteraan masyarakat semakin meningkat di masa mendatang. (adv)