BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kota Bekasi menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pendidikan nasional melalui penyiapan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi masyarakat kurang mampu.

Program tersebut merupakan inisiatif pemerintah pusat untuk memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat rentan.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah berperan menyiapkan lahan, sementara pembangunan fisik gedung sekolah akan dilakukan oleh pemerintah pusat.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kota Bekasi Widayat Subroto Hardi mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas sekitar lima hektare di wilayah Kecamatan Bantargebang sebagai lokasi pembangunan sekolah tersebut.

Baca Juga: Gudang Semen di Bantargebang Dikeluhkan Warga, Begini Tindakan Dinas LH Kota Bekasi

Menurutnya, penyediaan lahan dilakukan secara bertahap sebagai bentuk dukungan daerah terhadap program pendidikan yang menyasar keluarga kurang mampu.

“Tahun lalu sudah dibebaskan sekitar dua hektare lebih. Tahun ini kita tambah lagi, sehingga ditargetkan tahun depan seluruh kebutuhan lahan sekitar lima hektare sudah selesai,” ujar Widayat.

Ia menjelaskan bahwa proses pembebasan lahan untuk pembangunan sekolah tersebut telah dimulai sejak tahun 2024.

Pemerintah daerah menargetkan seluruh kebutuhan lahan dapat terpenuhi dalam waktu dekat agar pembangunan sekolah dapat segera dilaksanakan.

Baca Juga: Tri Adhianto: Program Rp100 Juta per RW Jadikan Warga Bekasi Garda Terdepan Pembangunan

Widayat menegaskan bahwa dalam program ini pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menyiapkan lokasi pembangunan.

Sementara itu, pembangunan gedung dan fasilitas sekolah sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

“Pembangunan gedungnya oleh pemerintah pusat,” katanya.

Saat ini, program Sekolah Rakyat di Kota Bekasi sebenarnya sudah mulai berjalan.

Tercatat ada dua sekolah yang telah beroperasi dan memberikan layanan pendidikan bagi ratusan siswa dari keluarga kurang mampu.

Sekretaris Dinas Sosial Kota Bekasi Fikri Firdaus menjelaskan bahwa dua sekolah tersebut memiliki kapasitas total sebanyak 280 siswa.

Salah satunya adalah Sekolah Rakyat Menengah Atas 13 Bekasi yang berada di kawasan Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi Timur dengan kapasitas 180 siswa.

Selain itu terdapat Sekolah Rakyat Terintegrasi 43 yang berlokasi di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bekasi dengan kuota sekitar 100 siswa untuk jenjang pendidikan dasar hingga menengah pertama.

Baca Juga: HUT ke-29 Kota Bekasi, Tri Adhianto Ajak Warga Refleksi dan Perkuat Kolaborasi Pembangunan

“Total kuota Sekolah Rakyat di Kota Bekasi saat ini mencapai 280 siswa,” kata Fikri.

Pemerintah Kota Bekasi berharap penyiapan lahan baru di Bantargebang dapat memperluas pelaksanaan program Sekolah Rakyat di masa mendatang.

Dengan tambahan fasilitas pendidikan tersebut, akses belajar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu diharapkan semakin terbuka.

Kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah ini juga diharapkan mampu memperkuat upaya pemerataan pendidikan.

Sekaligus menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pendidikan.***