BEKASI.POJOKSATU.ID - Polisi masih mendalami penyebab kematian seorang perempuan berinisial SM (23) yang ditemukan tewas di kamar kosnya di Jalan Letnan Arsyad Raya, Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, Rabu 7 Januari 2026 malam.

Salah satu temuan di lokasi kejadian yang kini menjadi fokus penyelidikan adalah botol cairan pembersih lantai serta muntahan di bawah kasur korban.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, menegaskan bahwa hingga saat ini pihak kepolisian belum menarik kesimpulan apa pun terkait temuan tersebut.

Baca Juga: Bekasi Perkuat Konsep Sport City Lewat Pembangunan Lapangan Voli Pasir Jelang Porprov Jabar XV

Seluruh barang bukti masih didalami melalui pemeriksaan laboratorium dan hasil autopsi.

“Kami belum bisa menyimpulkan apakah korban meminum cairan pembersih lantai tersebut. Semua temuan masih kami dalami melalui uji laboratorium dan hasil autopsi,” ujar Braiel, Kamis 8 Januari 2026.

Korban diketahui bekerja sebagai terapis spa dan berasal dari Cianjur, Jawa Barat.

Ia ditemukan dalam posisi telentang di atas ranjang kamar kos nomor 08.

Baca Juga: Jalan Amblas di Cikunir Disidak Wali Kota Bekasi, Perbaikan dan Penerangan Jadi Prioritas

Saat kejadian, kamar korban dalam kondisi terkunci dari dalam dan korban diketahui tinggal seorang diri.

Penemuan jenazah bermula dari kekhawatiran pihak keluarga yang tidak dapat menghubungi korban sejak siang hari.

Ibu korban kemudian meminta kerabatnya, Agus Sunandar, untuk mengecek kondisi SM di kosannya.

“Sekitar pukul 20.26 WIB, saksi datang dan menggedor pintu kamar korban, namun tidak mendapat jawaban,” kata Braiel.

Karena pintu terkunci dari dalam, saksi kemudian meminta bantuan pengelola kos, Dede Rahmat Hidayat, untuk membuka kamar menggunakan kunci cadangan.

Saat pintu berhasil dibuka, korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Selain botol cairan pembersih lantai dan muntahan, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Meski demikian, kepolisian tetap melakukan autopsi atas persetujuan keluarga guna memastikan penyebab pasti kematian.

“Tidak ada tanda kekerasan. Namun kami masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian,” jelas Braiel.

Baca Juga: Skor KPK Kota Bekasi Capai 83, Pengelolaan APBD 2025 Masuk Zona Hijau

Untuk memperkuat penyelidikan, polisi juga telah mengamankan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Sejumlah saksi turut diperiksa, mulai dari keluarga korban, pengelola kos, hingga warga sekitar, guna memastikan tidak ada aktivitas mencurigakan sebelum korban ditemukan meninggal.

“Kami masih mendalami semua keterangan saksi dan menunggu hasil autopsi serta uji laboratorium. Semua kemungkinan masih terbuka,” pungkas Braiel.***