BEKASI.POJOKSATU.id - Pemerintah Kota Bekasi menggelar Peringatan Hari Ibu dengan mengusung tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045” di Plaza Kantor Pemerintah Kota Bekasi, Senin, 22 Desember 2025.

Kegiatan ini menjadi ajang refleksi sekaligus penghormatan atas peran besar perempuan dan para ibu dalam kehidupan keluarga, masyarakat, hingga pembangunan nasional.

Acara tersebut dihadiri Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama istri, Wakil Wali Kota Bekasi Harris Bobihoe beserta istri, unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, organisasi perempuan, serta tamu undangan lainnya. Suasana peringatan berlangsung penuh kehangatan dan kekhidmatan sebagai wujud apresiasi terhadap jasa para ibu.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa peran ibu memiliki posisi yang sangat fundamental dan tidak tergantikan. Ia menyampaikan bahwa kekuatan suatu bangsa berawal dari keluarga yang kokoh, di mana ibu berperan sebagai pondasi utama dalam membentuk karakter dan moral generasi penerus.

Baca Juga: Tuntut Kenaikan UMK 0,9 Persen, Ratusan Buruh Gelar Aksi di Depan Pemkot Bekasi

“Setiap anak yang tumbuh menjadi pribadi yang baik selalu didukung oleh doa, pengorbanan, dan ketulusan seorang ibu. Perempuan yang berdaya adalah kunci terwujudnya generasi emas Indonesia,” ujar Tri.

Lebih lanjut, Tri menekankan bahwa perempuan tidak hanya berkontribusi dalam lingkup keluarga, tetapi juga memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Bekasi berkomitmen untuk terus menghadirkan kebijakan yang memberikan ruang, perlindungan, serta dukungan bagi perempuan agar dapat berkembang dan berkarya.

“Dengan memberikan kesempatan yang setara bagi perempuan untuk maju dan mandiri, kita sedang menyiapkan masa depan yang lebih baik. Pemkot Bekasi akan terus mendorong peran perempuan agar tumbuh bermartabat dan berdaya,” tambahnya.

Melalui peringatan Hari Ibu ini, Pemerintah Kota Bekasi berharap penghormatan terhadap perempuan tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi komitmen bersama dalam memperkuat peran perempuan sebagai penggerak keluarga, masyarakat, dan pembangunan bangsa.***