BEKASI.POJOKSATU.id - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi mencatat lonjakan laporan keberadaan ular di lingkungan warga dalam beberapa bulan terakhir. Petugas bahkan telah menangani lebih dari 100 kasus evakuasi ular selama tiga bulan terakhir.

Anggota Rescue Disdamkarmat Kota Bekasi, Eko Budi Santoso, mengungkapkan bahwa tingginya jumlah laporan menunjukkan meningkatnya interaksi antara satwa liar tersebut dengan kawasan permukiman masyarakat.

“Selama tiga bulan terakhir, kami sudah menangani lebih dari 100 laporan terkait ular,” ujar Eko di Bekasi, Senin, 22 Juni 2026.

Baca Juga: Kapolsek Bekasi Barat Masuk Penjara, Berdoa Bareng Tahanan

Dalam kurun waktu sepekan terakhir, petugas juga berhasil mengevakuasi sekitar 30 ekor ular dari berbagai lokasi, mulai dari rumah warga hingga area sekitar permukiman.

Menurut Eko, ular yang berhasil diamankan tidak langsung dilepasliarkan. Satwa tersebut terlebih dahulu ditempatkan di lokasi penampungan sementara sebelum dipindahkan ke habitat yang jauh dari lingkungan warga.

“Ular yang diamankan kami tampung terlebih dahulu, kemudian dilepasliarkan ke area yang aman dan jauh dari permukiman,” jelasnya.

Salah satu evakuasi terbaru dilakukan terhadap seekor ular sanca kembang (Python reticulatus) sepanjang sekitar empat meter yang ditemukan di sebuah rumah kosong di kawasan Jalan Halmahera 2, Bekasi Timur.

Baca Juga: Polisi Kawal Pemulangan Jamaah Haji Kloter 15 Kota Bekasi di Asrama Haji

Proses penyelamatan sempat berlangsung cukup menantang karena ular bersembunyi di dalam lubang tanah dengan kedalaman sekitar satu meter sehingga membutuhkan penanganan khusus dari petugas.

Disdamkarmat Kota Bekasi mengingatkan masyarakat untuk tidak mencoba menangkap atau mengevakuasi ular secara mandiri karena dapat membahayakan keselamatan.

“Apabila menemukan ular, segera hubungi petugas agar dapat ditangani dengan aman. Jangan mencoba menangkap sendiri karena berisiko,” kata Eko.

Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di dekat lahan kosong, semak belukar, maupun saluran air yang berpotensi menjadi tempat persembunyian ular.***