POJOKSATU.id - Pedagang hewan kurban, Ahmad Jupri, mengakui bahwa pada Hari Raya Idul Adha 2023 terjadi peningkatan pembelian hewan kurban sebesar 25 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Ahmad melihat permintaan hewan kurban meningkat pesat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Peningkatan ini terjadi karena Pandemi Covid-19 telah berkurang dan penyakit seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) telah berkurang setelah vaksinasi dilakukan.

"Daya beli masyarakat telah mulai membaik. Banyak warga Kota Bekasi yang berkurban tahun ini, Alhamdulillah peningkatannya mencapai 25 persen," kata Ahmad pada Jumat, 23 Juni 2023.

Dia menjelaskan bahwa pada tahun sebelumnya, dia hanya menjual 600 hewan kurban. Namun, tahun ini, dari total 818 ekor sapi yang tersedia, sudah terjual sebanyak 800 ekor sapi. Sedangkan untuk kambing, sebanyak 19 persen dari jumlah yang tersedia telah terjual.

BACA JUGA: 15 Hewan Kurban di Kota Bekasi Terjangkit Penyakit Menular

"Alhamdulillah, sudah terjual 95 persen dari total 818 ekor sapi. Jadi, penjualan tahun ini sangat baik," jelas dia.

Sementara itu, Ahmad menyebutkan bahwa terjadi sedikit kenaikan harga dibandingkan dengan tahun sebelumnya, terutama pada jenis sapi Bali. Namun, harga sapi Jawa cenderung stabil.

"Kenaikan harga terjadi karena permintaan meningkat namun pasokan tetap stabil, sehingga ada peningkatan kebutuhan yang mengakibatkan kenaikan harga. Banyak orang yang memilih sapi Bali karena minatnya tinggi," ujarnya.

Ahmad menjelaskan bahwa jenis sapi yang dijualnya meliputi sapi limousin, simmental, pegon, dan madura.

Penulis: Adika F. Utomo
Editor: Andi Saddam