POJOKSATU.id - Anggota Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi selalu sigap dalam merespons setiap laporan dari masyarakat.

Meskipun dengan tugas utama memadamkan api, tetapi banyak anggota Damkar Kota Bekasi justru punya tugas lain.

Tugas tersebut adalah merespons setiap aduan masyarakat meskipun itu tidak hanya berupa laporan kebakaran.

Laporan itu bisa bermacam-macam, mulai dari aduan permintaan melepas cincin yang tersangkut di jari, sampai evakuasi hewan.

Hingga pertengahan tahun 2023, Damkar Kota Bekasi sudah mencatat ada 531 kasus yang ditangani, 99 di antaranya merupakan kasus kebakaran.

Kepala Seksi Komunikasi dan Investigasi Damkar Kota Bekasi Heri Kurnianto menjelaskan kasus penyelamatan hewan ada 420 kasus.

BACA JUGA: Petugas Damkar Kota Bekasi Taklukkan Ular Korban di Kampung Sawah

"Penanganan penyelamatan cukup tinggi dibandingkan dengan penanganan kebakaran itu sendiri," tutur dia.

Berlanjut pada data selanjutnya, ada 6 kasus penyelamatan manusia, 7 kasus pohon tumbang, 11 kasus evakuasi kendaraan dan kasus lain sebanyak 87 orang.

Permintaan evakuasi hewan yang paling banyak diterima adalah ular. Mulai dengan ular berbisa yang amat mematikan seperti ular kobra.

Atau juga ular yang berukuran besar seperti ular piton atau ular sanca.

Tetapi hewan lain juga bisa dievakuasi oleh damkar seperti sarang tawon yang tentunya berisiko tinggi.

Sementara pada tahun 2022, Damkar Kota Bekasi tidak sedikit menerima aduan soal cincin terjepit.

Orang yang mengalami cincin terjepit biasanya datang langsung ke markas Damkar Kota Bekasi terdekat. Di sana, mereka mendapat bantuan untuk melepas cincin.

BACA JUGA: Damkar Kabupaten Bekasi Ingatkan Warga Waspada Kebakaran Lahan

Total ada 134 kasus cincin tersangkut di jari. Sebanyak 30 persen dari jumlah tersebut adalah cincin yang tidak sengaja digunakan, kemudian 70 persen lainnya karena cincin sudah tidak muat sehingga tidak bisa terlepas dari jari.

Dalam melepas cincin yang tersangkut di jari, petugas Damkar Kota Bekasi harus ekstra berhati-hati.

Karena, kalau tidak bisa jari warga yang terluka.

"Kalau logam atau platinum agak susah karena membutuhkan mata gerinda berdasarkan ketebalan cincin," kata dia.

Sementara untuk kasus kebakaran pada tahun 2022 ada 225 kasus yang terjadi. Menurun 31 kasus dibandingkan tahun 2021.

Penyebab paling banyak dari kebakaran yang terjadi di Kota Bekasi adalah karena korsleting listrik di rumah warga.

Kemudian, penyebab terbanyak kedua adalah kebakaran lahan yang disebabkan musim kemarau.

Nah, petugas Damkar Kota Bekasi memang paling jago dalam merespons aduan masyarakat.

Saat ini total ada 108 personel Damkar Kota Bekasi dari 5 sektor dan satu markas.

Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan dari Damkar Kota Bekasi dapat langsung menghubungi nomor 021 8895 7805.

Petugas akan merespons dan mengirim mobil damkar sesuai dengan lokasi sektor terdekat dengan lokasi kejadian.

Editor: Andi Saddam