BEKASI.POJOKSATU.id - Bentrokan antara petugas dari Polres Metro Bekasi Kota dengan salah satu pendukung calon wali Kota Bekasi tidak terhindarkan di Alun-Alun Kota Bekasi, Kamis, 8 Agustus 2024.

Massa melempar batu ke arah petugas, sementara petugas juga berusaha menghalau batu itu dengan tameng yang mereka siapkan.

Massa semakin beringas dan tidak terkendali. Petugas pun mengeluarkan gas air mata dan menggunakan water cannon untuk mengurai massa.

Baca Juga: Pilkada Semakin Dekat, Gerindra Kota Bekasi Berbenah

Kendati demikian, bentrokan itu bukanlah kejadian betulan melainkan hanya simulasi pengamanan Pilkada Kota Bekasi agar petugas dapat lebih siap.

Kepala Bagian Operasional Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Agus Rohmat, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan simulasi untuk menghadapi Pilkada serentak.

"Kita melakukan simulasi untuk Pilkada agar petugas lebih siap antisipasi tindakan-tindakan yang terjadi di lapangan," ungkap Agus, kepada awak media.

Baca Juga: 600 Personel Satpol PP Kota Bekasi Bakal Terlibat Penjagaan Setiap Tahapan Pilkada

Agus membeberkan petugas akan menggelar apel pada 13 Agustus mendatang dan tanggal 14 Agustus petugas kepolisian akan menggelar Operasi Mantapraja sampai dengan tanggal 31 Desember.

"Mantapraja merupakan pelaksanaan pengamanan dari setiap tahapan Pilkada hingga sampai pengumuman Pilkada," ucap dia.

Pengamanan secara intens akan berlangsung mulai tahapan pendaftaran, penetapan paslon hingga Pilkada berakhir.

Baca Juga: PSI Resmi Dukung Tri Adhianto di Pilkada Kota Bekasi

Agus membeberkan setiap personel Polres Metro Bekasi Kota akan disiapkan di beberapa titik rawan mulai dari kantor KPUD Kota Bekasi, Bawaslu, hingga gudang kertas surat suara.

"Kemudian setiap tahapan dr mulai pendaftaran, penetapan, kampanye, pemungutan suara, di kita ada 3.671 TPS sudah kami siapkan juga ploting personelnya sampai selesai," demikian kata dia.***