BEKASI.POJOKSATU.id - Terkait kasus penemuan jasad tujuh remaja di aliran Kali Bekasi, pihak kepolisian mengatakan awalnya ada enam kelompok gangster yang berjumlah sekitar 60 orang hendak melakukan aksi tawuran di Jalan Raya Cipendawa.
Akan tetapi, aksi tawuran tersebut berhasil digagalkan oleh tim Presisi Polres Metro Bekasi Kota. Polisi berhasil mengamankan puluhan remaja tanggung tersebut pada Sabtu 21 September 2024.
Berdasarkan informasi yang diterima bekasi.pojoksatu.id, bahwa enam kelompok gangster yang akan melakukan aksi tawuran yakni Kelompok Cikunir 209 All Star, Original Madona, Bojong Menteng, Bantargebang, Sari Ciketing Udik, dan Siliwangi All Stars.
Kapolsek Rawalumbu, Kompol Sukadi, menerangkan kelompok-kelompok tersebut berasal dari wilayah Jatiasih, Rawalumbu, Mustikajaya, dan Bantargebang.
Baca Juga: Pihak Keluarga Korban Tewas di Aliran Kali Bekasi Minta Keadilan
"Jadi anak-anak itu kumpulnya di sini, jumlahnya tidak tahu berapa, tapi dari kendaraan yang diamankan 30 tentunya mungkin kalau boncengan jadi 60 orang," ujar Sukadi, kepada awak media, Kamis, 26 September 2024.
Sukadi menuturkan, beberapa remaja yang panik melihat kedatangan tim Presisi Polres Metro Bekasi Kota kemudian menyeburkan diri ke aliran Kali Bekasi.
Bukannya selamat, para remaja tersebut malah hanyut terbawa arus deras aliran kali Bekasi. Tujuh orang dinyatakan meninggal dunia pada Minggu, 22 September 2024.
"Ketika petugas datang, para remaja tersebut menyeburkan diri ke aliran Kali Bekasi karena panik," jelas dia.
Baca Juga: Penyelidikan Kematian 7 Korban Harus Dilakukan Secara Transparan
Sukadi mengatakan, beberapa remaja tampak membawa senjata tajam (sajam) yang sudah disiapkan untuk aksi tawuran.
"Petugas presisi menemukan beberapa senjata tajam berbagai ukuran dan jenis dari lokasi tempat para remaja berkumpul," kata Sukadi.
Kapolsek Rawalumbu itu membeberkan bahwa para remaja yang berkumpul tersebut tidak saling mengetahui satu dengan yang lain. Mereka berkumpul untuk melakukan aksi tawuran.
"Jadi orang-orang atau anak-anak yang berkumpul di sini banyak yang saling tidak mengenal, paling mengenalnya hanya satu, dua, tiga diajak temannya kumpul di sini," tutup dia. ***




