POJOKSATU.id - Polisi mungkin sudah kenyang menangkap remaja di Bekasi yang bakal melakukan atau sedang melakukan aksi tawuran.
Setiap pekan selalu ada aksi remaja di Bekasi mengikuti tawuran. Polisi pun terus bergerak meringkus mereka.
Meski banyak remaja di Bekasi yang sudah ditangkap polisi gara-gara tawuran, tetapi masih ada saja seolah tidak jera.
Baca Juga: Aksi Tawuran Digagalkan Polisi, Polisi Ringkus Belasan Remaja dari Kampung Kaum
Anggota Tim Presisi Polda Metro Jaya, Aipda Monang Parlindungan Ambarita, sudah sering menangkap pelaku tawuran dari kalangan remaja.
Dia mengungkap faktor remaja di Bekasi mengikuti aksi tawuran dari jawaban mereka saat dibawa ke kantor polisi.
"Kebanyakan yang diamankan mengikuti aksi Tawuran yakni kurangnya komunikasi dengan keluarga, kurangnya bimbingan dari orang-orang sekitarnya seperti mengajak kegiatan yang lebih penting, pengaruh dampak lingkungan yakni kawannya sendiri," kata dia, Jumat, 1 September 2023.
Baca Juga: Sepi dan Jarang Polisi, Samping Jalan Tol JORR di Pondokgede Rutin Jadi Arena Tawuran
Lanjut Ambarita, komunikasi yang kurang intens antara anak dengan keluarganya menyebabkan anak itu mudah terpengaruh lingkungan.
Penyebab lain tawuran kata dia karena remaja tersebut tidak ada kegiatan lain. Akhirnya terjadilah saling ejek di media sosial.
Tawuran memang sering dimulai dari media sosial. Kedua kelompok biasanya mengadakan perjanjian bertemu di suatu tempat pada waktu yang ditentukan.
Baca Juga: 2 Pelajar Jadi Tersangka Kasus Tawuran di Rawalumbu, Terancam Penjara Hingga 12 Tahun
"Akhirnya menunjukkan gengsi yang tidak kalah penting dan akhirnya tawuran terjadi," tutur Ambarita.
Dia mengajak instansi pemerintahan dan masyarakat bersama-sama mengantisipasi aksi tawuran lewat berbagai kegiatan seperti penyuluhan dan melibatkan remaja pada suatu kegiatan di lingkungan masyarakat.
"Kalau ditangkap-tangkapi, dan tidak mau ada perubahan para remaja yang mengikuti aksi tawuran. Sumber daya manusianya sendiri yang tidak mau berubah," demikian kata dia.***




