POJOKSATU.id - PT Pos Indonesia menjadi penyalur bantuan pangan kepada keluarga rawan stunting (KRS) di 7 provinsi dalam program penurunan stunting dan pengentasan daerah rentan rawan pangan.

Kick-off pendistribusian bantuan pangan resmi berlangsung di Kantor Pos Kota Bekasi, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Sabtu, 15 April 2023.

Bantuan pangan yang diberikan meliputi 0-9 sampai 1,1 kilogram daging ayam dan 10 butir telur untuk setiap KRS.

"Hari ini kami Pos Indonesia mulai mendistribusikan bantuan pangan berupa telur dan ayam kepada 78.309 KRS di delapan kota dan kabupaten di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur untuk periode pendistribusian hingga 19 April 2023," kata Direktur Utama Pos Indonesia Faizal Rochmad Djoemadi.

Lanjut dia, KRS akan menerima bantuan tersebut selama 3 bulan, mulai April hingga Juni. Pendistribusian kali ini hanya berlangsung nagi 78.000 KRS. Sisanya, akan kembali dilanjutkan kembali pada 26 April 2023.

Sementara itu, Direktur Bisnis Kurir dan Logistik Pos Indonesia Siti Choiriana mengatakan, dalam hal pendistribusian bantuan pangan ini, Pos Indonesia akan bertanggung jawab dalam mendistribusikan bantuan tersebut dari supplier ke keluarga penerima atau KRS.

"Total ada 15.315 sumber daya manusia dan 6.410 sarana yang terlibat pada pendistribusian bantuan pangan pengentasan stunting ini. SDM dan sarana tersebut tersebar di tujuh provinsi, memastikan agar bantuan ini sampai kepada penerimanya," kata dia.

Menurut Ana, pendistribusian bantuan pangan di monitoring secara real time. Pendistribusian jumlah paket hingga KRS akan terdeteksi secara berkala hingga tingkat kelurahan.

Pos Indonesia, lanjut Ana, berkomitmen penuh mendistribusikan bantuan ini sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Secara nasional, Keluarga Risiko Stunting (KRS) berjumlah 1.446.089 KRS di tujuh provinsi, yaitu Jawa Barat, Sumatera Utara, Sulawesi Barat, Banten, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Timur. Mereka akan menjadi sasaran penerima bantuan pangan pemerintah.

Program bantuan pangan ini diharapkan dapat membantu mengatasi masalah pangan bagi warga dengan risiko stunting, serta meningkatkan kualitas hidup keluarga KRS di Indonesia.

Bantuan telur dan ayam ini adalah bagian dari program cadangan pangan pemerintah (CPP) tahun 2023. Program ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo dalam rangka mengentaskan penduduk rawan pangan dan stunting.

Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi memastikan bahan pangan yang disalurkan berkualitas tinggi. Seperti kualitas telur yang sangat bagus. Telur yang diberikan warga adalah telur bersih dan tidak ada kotorannya.

"Kalau bahan pangan diberikan dalam bentuk tunai, itu impaknya tidak sebesar dalam bentuk pangan. Kalau ini, kita punya petani, nelayan, dan lainnya dari hulu ke hilir. Mereka perlu dibantu pemasaran, stabilitas harga, dan lainnya," jelas dia.

Menurut dia, Pos Indonesia sudah terpercaya menghandle pengiriman hingga titik terluar, terdepan, dan tertinggal. Dia berharap, distribusi pangan ini tepat sasaran

Pada kesempatan itu turut hadir Deputi BKKBN, Direksi ID Food, Kepala Dinas Badan Pangan Provinsi Jawa Barat, Satgas Pangan, serta jajaran instansi lainnya.

Penulis: Adika F. Utomo
Editor: Andi Saddam