BEKASI.POJOKSATU.id - Aksi bentrok ormas yang terjadi di Jalan Raya Setu Bantargebang menyisakan kedukaan bagi keluarga korban. Abdullah yang diketahui tidak terlibat bentrok justru menjadi korban insiden itu.

Abdullah merupakan warga Kampung Ujungharapan, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kota Bekasi.

Ketua Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (BPPH) Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Bekasi, Antoni, menegaskan pihaknya bakal memantau proses hukum kasus yang menyebabkan anggotanya tewas itu hingga tuntas.

“Kami akan memantau proses hukum ini hingga keluarga korban mendapat keadilan,” kata Antoni, Senin, 25 September 2023.

Baca Juga: 9 Fakta Bentrok Ormas di Bekasi, Hoaks Sempat Muncul dan Bikin Resah

Antonio berharap peristiwa tersebut tidak terulang di kemudian harinya, apalagi sampai menimbulkan korban jiwa.

Dia pun mengapresiasi pihak kepolisian yang telah menetapkan 3 orang tersangka atas tewasnya  Abdullah.

“Saya sangat yakin proses ini akan transparan cepat dan memenuhi rasa keadilan,” kata Antoni.

Pemuda Pancasila Kota Bekasi juga telah sama-sama melakukan takziah kepada keluarga korban, yang berada di RT 10 RW 14, Kampung Ujungharapan, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.

Baca Juga: Polisi Tetapkan 3 Tersangka Bentrok Ormas, Terbukti Keroyok Korban Hingga Meninggal Dunia

Ormas PP, lanjut Antoni, sangat prihatin terhadap korban yang meninggalkan seorang istri dan 2 anak yang masih belia.

“Kami tidak sedarah, tetapi lebih daripada saudara. Moto ini yang melekat di hati setiap anggota Pemuda Pancasila, sehingga salit yang dirasakan oleh anggota Pemuda Pancasila berarti menyakiti seluruh ormas Pemuda Pancasila se-Indonesia,” demikian kata dia.***