BEKASI.POJOKSATU.ID - Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, turut menyampaikan rasa duka mendalam atas wafatnya Habib Ali bin Sholeh Alatas, pendiri Majelis Taklim Ar-Ridhwan yang dikenal luas sebagai ulama karismatik dan berpengaruh, bahkan hingga ke mancanegara.

"Beliau adalah sosok ulama besar dengan kontribusi luar biasa. Banyak warga yang hadir untuk mengantarkan kepergiannya," ungkap Harris, Sabtu, 5 April 2025.

Menurutnya, almarhum merupakan tokoh nasional asal Bekasi yang dikenal hingga ke Brunei Darussalam dan Malaysia. Habib Ali dinilai berjasa besar dalam menjaga kemaslahatan masyarakat serta memperkuat ketahanan nasional.

Baca Juga: Anggota Polisi di Bekasi Jadi Korban Begal, Alami Luka Bacok

Pemerintah Kota Bekasi berencana mengabadikan nama Habib Ali sebagai nama jalan di wilayah Bekasi, melalui regulasi Peraturan Wali Kota (Perwal).

"Saya yakin Pak Wali juga akan setuju dengan usulan ini," ujar Harris.

Selain dikenal sebagai ulama, Habib Ali juga dianggap sebagai simbol keharmonisan di tengah keberagaman Kota Bekasi. Rumah beliau berada di lingkungan yang berdampingan dengan etnis Tionghoa dan dekat dengan sebuah klenteng, namun tetap menjalin hubungan harmonis.

Baca Juga: Bekasi Berduka: Ribuan Jemaah Iringi Pemakaman Habib Ali bin Sholeh Alatas

"Beliau adalah teladan dalam kehidupan bermasyarakat. Majelis beliau berdiri berdampingan dengan klenteng, hidup rukun dan saling menghormati. Ini adalah contoh toleransi dan kebersamaan yang nyata," tutur Harris.

Habib Ali wafat di usia 76 tahun dan dikenal sebagai sosok yang konsisten menyebarkan dakwah serta pendidikan agama sejak tahun 1980-an.