BEKASI.POJOKSATU.ID - Program Makan Bergizi Gratis di Kota Bekasi mulai menunjukkan dampak lebih luas dari sekadar pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

Ratusan dapur MBG yang kini beroperasi dinilai memiliki potensi signifikan dalam menekan angka pengangguran melalui penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar di setiap satuan pelayanan pemenuhan gizi.

Dinas tenaga kerja Kota Bekasi saat ini tengah melakukan pendataan dan validasi jumlah pekerja yang terserap di dapur-dapur MBG.

Baca Juga: Dapur MBG Bekasi Jadi Harapan Baru, Warga Sekitar Dapat Kerja Tanpa Ribet

Pendataan awal telah dilakukan di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Bekasi Barat dan Bekasi Utara, untuk memetakan dampak riil program tersebut terhadap sektor ketenagakerjaan.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnaker Kota Bekasi, Muhamad Iqbal Bayuaji, mengatakan setiap dapur MBG membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah yang tidak sedikit.

Mulai dari juru masak, tenaga persiapan bahan makanan, hingga distribusi, seluruhnya melibatkan pekerja lokal.

Baca Juga: Banjir Rendam 13 Desa di Bekasi, BPBD Ingatkan Warga Tetap Waspada

"Satu SPPG saja bisa menyerap puluhan pekerja lokal. Kalau dikalikan ratusan dapur, dampaknya terhadap penurunan pengangguran akan cukup besar," kata Iqbal.

Menurutnya, jika satu dapur rata-rata menyerap 20 hingga 30 pekerja, maka ratusan dapur MBG berpotensi membuka ribuan lapangan kerja baru.

Angka tersebut dinilai signifikan di tengah kondisi pengangguran Kota Bekasi yang masih menjadi tantangan utama pemerintah daerah.

Baca Juga: Utang RSUD Kota Bekasi Tembus Rp70 Miliar, Piutang BPJS Capai Rp25 Miliar per Bulan

Iqbal menilai, program MBG memiliki keunggulan karena langsung menyentuh sektor riil dan berbasis kebutuhan masyarakat.

Berbeda dengan sektor formal yang membutuhkan persyaratan administratif dan kompetensi tertentu.

Dapur MBG relatif lebih inklusif sehingga mampu menyerap tenaga kerja dari berbagai latar belakang pendidikan.

"Ini bukan hanya soal kerja sementara. Kalau programnya berjalan konsisten, maka penyerapan tenaga kerja juga berkelanjutan," ujarnya.

Disnaker Kota Bekasi melihat MBG sebagai contoh program sosial yang memiliki efek domino terhadap perekonomian daerah.

Baca Juga: BPBD Catat 6.840 KK Terdampak Cuaca Ekstrem di Kabupaten Bekasi

Selain menekan angka pengangguran, keberadaan dapur MBG juga mendorong perputaran ekonomi di tingkat lokal, mulai dari penyedia bahan pangan hingga jasa pendukung lainnya.

Pendataan yang sedang dilakukan, lanjut Iqbal, akan menjadi dasar evaluasi dan perumusan kebijakan lanjutan.

Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa program MBG benar-benar memberikan manfaat maksimal, baik dari sisi kesehatan masyarakat maupun ketenagakerjaan.

Baca Juga: Baznas Kabupaten Bekasi Salurkan Bantuan untuk Korban Puting Beliung di Muaragembong

"Data ini penting agar kami bisa melihat kontribusi nyata MBG terhadap pengurangan pengangguran dan menjadikannya referensi untuk program serupa ke depan," katanya.

Dengan ratusan dapur MBG yang terus beroperasi dan berpotensi bertambah, Pemerintah Kota Bekasi optimistis program ini dapat menjadi salah satu instrumen efektif.

Dalam menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.***