BEKASI.POJOKSATU.ID - Banjir masih merendam 13 desa di Kabupaten Bekasi hingga Rabu 14 Januari 2026.
Menyikapi kondisi tersebut, badan penanggulangan bencana daerah Kabupaten Bekasi mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan banjir, untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi puncak musim hujan yang masih berlangsung.
Berdasarkan pendataan BPBD, 13 desa terdampak banjir tersebar di empat kecamatan, yakni Babelan, Tarumajaya, Cabangbungin, dan Muaragembong.
Baca Juga: Utang RSUD Kota Bekasi Tembus Rp70 Miliar, Piutang BPJS Capai Rp25 Miliar per Bulan
Wilayah tersebut dikenal sebagai daerah dataran rendah dan bantaran sungai yang rentan tergenang saat intensitas hujan meningkat.
Banjir yang terjadi sejak Senin 12 Januari 2026 ini berdampak pada sekitar 6.250 kepala keluarga.
Kecamatan Cabangbungin menjadi wilayah dengan jumlah desa terdampak terbanyak, sementara Desa Huripjaya di Kecamatan Babelan tercatat sebagai titik terparah dengan ketinggian air mencapai 100 sentimeter.
Baca Juga: BPBD Catat 6.840 KK Terdampak Cuaca Ekstrem di Kabupaten Bekasi
Di desa lainnya, tinggi muka air rata-rata berkisar 40 sentimeter.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriyadi, mengatakan meski banjir telah berlangsung selama tiga hari, hingga saat ini belum ada laporan warga yang mengungsi.
Sebagian besar warga memilih bertahan di rumah masing-masing sambil menunggu air surut.
Baca Juga: Baznas Kabupaten Bekasi Salurkan Bantuan untuk Korban Puting Beliung di Muaragembong
"Sampai saat ini belum ada laporan pengungsian. Namun kami tetap siaga dan terus melakukan pendataan serta monitoring kondisi air di lapangan," ujar Dodi, Rabu 14 Januari 2026.
Dodi menegaskan, BPBD tetap mengedepankan langkah-langkah preventif dengan memberikan imbauan keselamatan kepada masyarakat.
Warga diminta untuk terus memantau kondisi cuaca, mengantisipasi hujan lebat yang masih berpotensi terjadi, serta mewaspadai angin kencang yang dapat menimbulkan bahaya tambahan.
"Kami mengimbau warga yang tinggal di wilayah rawan banjir, khususnya di bantaran sungai, untuk tetap waspada dan menjauhi pepohonan saat hujan deras disertai angin kencang," katanya.
Selain itu, BPBD Kabupaten Bekasi telah menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak di sejumlah titik sejak Selasa kemarin.
Baca Juga: Srikandi Cikarang Patrole, Polwan Polres Metro Bekasi Perkuat Keamanan Lewat Pendekatan Humanis
Penyaluran bantuan dilakukan dengan melibatkan berbagai instansi yang tergabung dalam klaster logistik, termasuk kecamatan, pemerintah desa, serta unsur TNI dan Polri.
"Kami terus berkoordinasi dengan semua pihak agar kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi," ucap Dodi.
BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk segera melapor kepada aparat setempat apabila terjadi peningkatan ketinggian air atau kondisi darurat lainnya.
Baca Juga: Sumarni Ajak Pelajar Jauhi Kenakalan Remaja
Dengan puncak musim hujan yang masih berlangsung, kewaspadaan dan kesiapsiagaan bersama dinilai menjadi kunci untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana banjir.
"Yang terpenting tetap waspada dan mengikuti informasi perkembangan cuaca. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama," tutup Dodi.***




