POJOKSATU.id, KOTA BEKASI - Pelecehan seksual kini sering kali terjadi pada transportasi publik bagi para perempuan, yang menggunakan jasa kereta api.
Para pelaku pelecehan seksual itu sendiri kerap melakukan aksinya pada jam-jam sibuk ataupun saat kondisi penuh sesak dengan penumpang.
Pelaku kerap mengambil kesempatan penumpang penuh dan menggesekkan alat kelamin kepada para penumpang wanita.
Hal itu membuat para penumpang wanita meminta kepada PT Kereta Api Indonesia untuk menambahkan gerbong untuk wanita.
BACA JUGA: Soroti Pelecehan Seksual yang Dilakukan Mahasiswa di Depok, DPR: Ini Sudah Darurat
"Ini sudah beberapa kali kejadian pelecehan seksual yang terjadi di gerbong penumpang, seharusnya PT Kereta Api menjadi perhatian khusus," ungkap Syifa Dara, 27 tahun, satu penumpang kepada Pojoksatu.id, Jumat, 6 Januari 2023.
Kata Syifa, tidak ada pilihan lain selain menggunakan moda transportasi Kereta Api untuk keseharian.
"Saya sendiri kan kerja di Sudirman, ya setiap hari menggunakan kereta api. Ada rasa takut juga kalau ke depann saya yang akan menjadi korban," tutur dia.
BACA JUGA: Kasus Pelecehan Seksual Mahasiswi Gunadarma Berakhir Damai, tapi Tidak untuk Pelaku Persekusi
Syifa menerangkan, para pelaku pelecehan seksual sering memanfaatkan untuk melakukan aksinya pada saat jam pulang kerja ataupun pada pagi hari.
"Saya sendiri kan naik dari Cikarang, nah biasanya setelah Stasiun Bekasi kereta sudah penuh sesak. Di situlah biasanya pelaku memanfaatkan situasi," tegas dia.
Untuk itu, dia meminta kepada PT KAI untuk menambahkan gerbong khusus Wanita agar menghindari kejadian pelecehan seksual.
"Ya ini seharusnya menjadi atensi untuk menghindari pelecehan seksual yang seringkali terjadi di KRL," tutup dia. (Adika F Utomo)




