BEKASI.POJOKSATU.id - Tercatat sebanyak 8000 pelanggan PDAM Tirta Patriot yang berada di wilayah Kota Bekasi, mengalami gangguan aliran bersih sejak 3 bulan terakhir.

Direktur Utama PDAM Tirta Patriot Kota Bekasi, Ali Imam Faryadi, menegaskan, bahwa gangguan suplai air ke pelanggan disebabkan karena adanya kerusakan pada Valve yang berada di wilayah tersebut.

“Total ada sekitar 8.000 pelanggan yang terdampak. Memang tinggal daerah Kavling Alinda saja yang belum teralirkan. Nah, setelah coba dicek oleh tim distribusi itu sepertinya ada valve yang menutup lagi,” ujar Ali kepada awak media, Sabtu 4 Oktober 2025.

Dirinya berjanji untuk seluruh pelanggan yang mengalami gangguan akan segera teratasi dalam waktu dekat.

Dirinya mengaku, bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan PDAM Bhagasasi untuk membuka interkoneksi dari wilayah Babelan, menuju yang terdampak.

Baca Juga : DPRD Kota Bekasi Menilai Lemahnya Pengawasan, Membuat Puluhan Siswa Keracunan Makanan MBG

“Sudah ada kesepakatan antara Tirta Patriot, Pak Wali, dengan Bhagasasi terkait dengan interkoneksi atau pengaliran dari cabang Babelan ke daerah sini. Alhamdulillah, kemarin siang valve sudah dibuka dan aliran air mulai mengalir,” ungkap dia.

Dirinya merincikan, dari 8000 pelanggan yang terdampak, tersisa sekitar 450 pelanggan yang masih mengalami gangguan distribusi.

“Yang lain sudah teraliri walaupun tidak merata, ada yang besar ada yang kecil, tapi paling tidak sudah mengalir ke rumah,” ucap dia.

Usai dilakukan pengecekan di lapangan, memang masih terdapat Valve yang tertutup dan akan segera dilakukan perbaikan.

Baca Juga : Prit! Truk Tanah Dilarang Lewat Kota Bekasi Mulai Pukul 04.00 Setiap Hari

“Karena posisinya di bawah tanah dan tertutup beton, rencananya hari ini akan dikerjakan oleh tim distribusi. Mudah-mudahan setelah lidah valve diangkat, air bisa kembali mengalir normal,” ungkap Ali.

Ali menegaskan pihaknya berkomitmen untuk terus memperbaiki layanan, meski diakui ada tantangan besar dalam pengelolaan air baku.

“Kalau menjamin terpenuhinya air, kami pastikan melayani masyarakat dengan kapasitas yang dimiliki. Tapi sumber air baku kami dari Kali Bekasi kondisinya fluktuatif. Saat musim kemarau, limbah meningkat. Kalau musim hujan deras, pintu air di hulu dibuka, sehingga produksi kami juga terganggu,” tutup dia.***