BEKASI.POJOKSATU.id - Kota Bekasi mencatat 4.167 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang tahun 2024. Kasus tertinggi terjadi pada awal tahun, terutama dalam periode Januari hingga April.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Fikri Firdaus, menjelaskan bahwa puncak kasus DBD terjadi pada bulan Maret hingga April.
"Kasus terbanyak memang terjadi di awal tahun, seperti Januari, Februari, dan paling tinggi pada Maret-April," ujar Fikri, Selasa, 14 Januari 2025.
Baca Juga: Judi Online Jadi Salah Satu Faktor Konflik Rumah Tangga Penyebab Perceraian di Bekasi
Meski jumlah kasus meningkat, Fikri memastikan bahwa angka tersebut masih dalam ambang batas aman sesuai dengan standar Incidence Rate (IR) Kementerian Kesehatan.
"IR kita berada di angka 0,6 persen, sedangkan batas maksimal dari Kementerian Kesehatan adalah 1 persen," jelasnya.
Namun, dari total kasus tersebut, sebanyak 26 pasien meninggal dunia. Fikri mengungkapkan bahwa tingginya angka kematian disebabkan oleh keterlambatan membawa pasien ke fasilitas kesehatan.
"Sebagian besar yang meninggal adalah pasien yang dibawa ke rumah sakit dalam kondisi sudah kritis," kata dia.
Dinas Kesehatan Kota Bekasi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di musim hujan, dengan menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penyebaran DBD.***




