BEKASI.POJOKSATU.id – Kepolisian Republik Indonesia bersama instansi pendidikan dan Asosiasi Dunia Usaha lintas wilayah Kota serta Kabupaten Bekasi memperkuat sinergi strategis.
Langkah kolaboratif ini ditujukan untuk memberikan perlindungan menyeluruh bagi pelajar sekaligus mempersiapkan kompetensi mereka dalam menghadapi dunia kerja menuju visi Indonesia Emas 2045.
Sinergi tersebut dimatangkan dalam Rapat Koordinasi yang menghadirkan Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Putu Kholis Aryana, Kapolres Metro Bekasi Kombes Andi Oddang Riuh Hutomo, KCD Pendidikan Wilayah III, Kadin, hingga APINDO pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Putu Kholis Aryana, menegaskan bahwa para siswa SMA dan SMK merupakan calon generasi produktif yang memerlukan perhatian khusus, baik dari sisi perlindungan karakter maupun pemenuhan keterampilan industri.
“Kita sedang menyiapkan Indonesia Emas 2045. Anak-anak yang hari ini belajar di SMA dan SMK akan menjadi bagian dari generasi produktif pada masa itu. Kalau ingin mereka siap berkarya dan membawa daerah ini maju, kita harus menjaga serta mempersiapkan mereka mulai sekarang,” tegas Putu Kholis.
Putu menyoroti pentingnya pencegahan dini terhadap berbagai ancaman yang merusak masa depan pelajar, seperti kenakalan tawuran, balap liar, hingga pengondisian mobilisasi demonstrasi anarkis.
Guna mendeteksi potensi masalah lebih awal, kepolisian mengoptimalkan wadah Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat Sekolah (FKPMS) yang diinisiasi oleh Kapolda Metro Jaya.
“Jadi kita tidak hanya melakukan penindakan ketika sudah terjadi masalah. Kita ingin persoalan yang dihadapi anak-anak bisa diketahui lebih awal dan ditangani bersama,” imbuhnya.
Sebagai tindak lanjut konkret, seluruh unsur yang hadir sepakat menandatangani nota kesepahaman (MoU). Kesepakatan ini mencakup pendampingan intensif dari kepolisian, serta penyediaan program pelatihan, praktik kerja, hingga magang terarah oleh pihak industri demi memastikan kesiapan lulusan sekolah memasuki dunia kerja.***




