BEKASI.POJOKSATU.id - Sejumlah pelajar di Unit Sekolah Baru (USB) SMP Negeri 62 Bekasi terpaksa menjalani kegiatan belajar mengajar tanpa meja dan kursi. Berdasarkan pantauan di lokasi, para siswa tampak lesehan di lantai selama proses pembelajaran berlangsung.

Pelaksana Harian (Plh) USB SMPN 62 Bekasi, Deni Permadi, menjelaskan bahwa gedung yang digunakan saat ini merupakan bekas kantor Kelurahan Medan Satria.

“Wilayah Medan Satria sebelumnya belum memiliki SMP Negeri, sehingga warga dan Forum Komunikasi Rukun Warga (FKRW) mengusulkan agar gedung ini dijadikan sekolah,” ujar Deni, Kamis, 9 Oktober 2025.

Baca Juga: Siswa SMPN 62 Bekasi Harap Pemerintah Segera Perbaiki Gedung Sekolah yang Tak Layak

Deni menuturkan, SMPN 62 Bekasi berada di bawah naungan SMP Negeri 19 Kota Bekasi, dan telah beroperasi hampir tiga tahun tanpa renovasi signifikan. Akibat keterbatasan ruang, kegiatan belajar mengajar (KBM) dilaksanakan dalam dua sesi.

“Total siswa kami 320 orang, sementara ruang kelas yang aktif hanya empat. Karena itu, kelas 8 dan 9 belajar di pagi hari, sedangkan kelas 7 belajar siang. Untuk ujian semester, kami biasanya menumpang di SMP 19,” jelasnya.

Deni berharap Pemerintah Kota Bekasi segera merealisasikan pembangunan gedung baru yang telah diusulkan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) 2026.

Baca Juga: Bangunan Nyaris Roboh, Siswa SMPN 62 Bekasi Terpaksa Belajar di Ruang Kelas Rusak

“Kami berharap pembangunan gedung bisa dipercepat agar siswa dapat belajar dengan aman dan nyaman,” demikian kata dia.***