BEKASI.POJOKSATU.id - Dalam sesi debat publik perdana Pilkada Kota Bekasi di Kompas TV, Calon Wali Kota Bekasi Nomor Urut 01 Heri Koswara melontarkan tentang program untuk para guru agama dan juga penjaga rumah ibadah.
Dia menjelaskan memberikan asuransi jiwa kepada pendidik agama dan juga bantuan sosial kepada penjaga rumah ibadah apapun agamanya. Dia pun meminta tanggapan kepada calon wali Kota Bekasi nomor urut 2 Uu Saeful Mikdar.
"Secara umum kami berpendapat, karena itu diberikan kepada para pendidik dan penjaga tempat ibadah. Tapi, harus ada strategi lain, sepertinya pertanyaannya juga melenceng," ucap dia.
Baca Juga: Heri-Solihin Optimistis Bekasi Utara Bisa Jadi Lumbung Suara Pilkada 2024
"Ada hubungannya dalam rangka tempat ibadah diber insenti, pada akhirnya tingkat kerukunan terjadi di Kota Bekasi," sambung dia.
Kemudian, Heri Koswara menanggapi bahwa lewat hal tersebut dia ingin memastikan ada keadilan bagi semua umat beragama tanpa memandang minoritas dan mayoritas, pendatang maupun pribumi.
"Pemimpin harus duduk dalam aspek yang adil. bantuan yang kami berikan tidak diberikan unsur agama, bukan masalah sesuai tidak sesuai, " ucap dia.
Baca Juga: Lakukan Kampanye saat Pengajian, Istri Heri Koswara Dilaporkan ke Bawaslu
Di lain hal, Calon Wali Kota Bekasi Nomor Urut 3 Tri Adhianto berpendapat bahwa adil bukan hanya dari sisi hibah. Apa yang dilakukan itu, kata Tri, sudah dilaksanakan.
"Ada kepentingan yang lebih tinggi lagi, di sekolah negeri belum tersedia guru di luar guru agama Islam, kebijakan menetapkan guru adanya di Kemenag, bukan pemda, tapi pemda harus mendorong, memberi kebijakan agar guru itu ada," ucap dia.




