BEKASI.POJOKSATU.id – Viral di media sosial spanduk bergambar Wali Kota Bekasi Tri Adhianto yang terpasang di area tenda Mina saat pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi menuai sorotan publik.

Spanduk tersebut bahkan sempat dicopot langsung oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, sehingga memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Haji dan Umrah Kota Bekasi memberikan klarifikasi sekaligus menegaskan bahwa tidak ada perlakuan khusus kepada Wali Kota Bekasi selama menjalankan ibadah haji.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Bekasi, Rian Fauzi, mengatakan pemasangan spanduk tersebut murni merupakan inisiatif petugas kloter sebagai penanda lokasi tenda jamaah asal Kota Bekasi.

“Foto di spanduk itu dibuat oleh petugas kloter untuk memudahkan jamaah mengenali tenda mereka. Karena kondisi tenda di Mina hampir semuanya serupa, sehingga diperlukan penanda,” kata Rian kepada wartawan, Selasa 26 Mei 2026.

Menurutnya, pemasangan penanda berupa tulisan maupun gambar memang kerap dilakukan petugas demi membantu jamaah, khususnya lansia, agar tidak salah masuk tenda setelah menjalani rangkaian ibadah di Mina.

Namun demikian, pihak petugas kloter mengakui penggunaan foto Wali Kota Bekasi pada spanduk tersebut dinilai berlebihan hingga akhirnya viral di media sosial.

“Petugas mengakui pemasangan foto itu memang berlebihan dan akhirnya menjadi perhatian publik,” ujarnya.

Baca Juga : Heboh Penampakan Pocong di Cikarang, Polisi Pastikan Hanya Rekayasa Digital

Rian juga menegaskan bahwa Tri Adhianto tidak mengetahui adanya pemasangan foto dirinya di tenda Mina tersebut. Bahkan, Wali Kota Bekasi disebut berada di kloter yang berbeda dengan lokasi tenda yang viral.

“Pak Wali Kota tidak tahu-menahu soal pemasangan foto itu. Beliau juga tidak berada di tenda tersebut,” jelasnya.

Ia menerangkan, tenda yang menjadi sorotan publik berada di kloter JKS 19, sedangkan Tri Adhianto tergabung dalam kloter JKS 25.

“Jadi berbeda tenda. Foto itu murni inisiatif petugas kloter karena jamaah di kloter tersebut berasal dari Kota Bekasi,” tambahnya.

Kementerian Haji dan Umrah Kota Bekasi juga membantah adanya dugaan pemesanan tenda khusus maupun fasilitas istimewa bagi Tri Adhianto selama berhaji.

Menurut Rian, seluruh jamaah ditempatkan sesuai pembagian kloter dan tidak dapat berpindah secara sembarangan.

“Tidak ada pesanan tenda khusus. Semua jamaah ditempatkan sesuai kloter masing-masing,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pencopotan spanduk di area Mina dilakukan dalam rangka penertiban atribut nonresmi yang tidak dikeluarkan oleh otoritas Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

“Seluruh spanduk nonresmi dicopot, termasuk yang bergambar Wali Kota Bekasi,” pungkasnya.***