BEKASI.POJOKSATU.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memastikan, untuk subsidi layanan TransJabodetabek belum dicabut.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, menjelaskan, bahwa sampai saat ini Pemerintah Provinsi Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih mengkaji besaran tarif yang akan diberlakukan.

Tri mengatakan, isu pencabutan subsidi TransJabodetabek yang berkembang di masyarakat belum menjadi keputusan final.

Tri mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Gubernur DKI Jakarta terkait hal tersebut.

“Jadi yang berkembang hari ini seakan-akan subsidinya akan dicabut. Padahal masih dihitung. Secara keekonomian tarifnya bisa berada di kisaran Rp13.500 sampai Rp15.000,” kata Tri, Selasa, 16 Juni 2026.

Menurut Tri, Pemprov DKI Jakarta memahami bahwa beban anggaran untuk layanan transportasi publik cukup besar.

Namun, pemerintah juga tetap mempertimbangkan kemampuan masyarakat dalam membayar tarif transportasi umum.

Ia menyebut tarif keekonomian TransJabodetabek tidak otomatis dibebankan penuh kepada penumpang. Pemprov DKI Jakarta masih mencari skema tarif yang tetap terjangkau bagi masyarakat.

Baca Juga : Polsek Cikarang Utara Kembalikan Motor Rampasan Debt Collector Gadungan, Pelaku Dikejar Hingga Semarang

“Pak Gubernur juga menyampaikan bahwa transportasi publik ini penting untuk mengurangi kemacetan. Karena itu masih dihitung, kemungkinan tarifnya di kisaran Rp5.000 sampai Rp6.000,” jelas dia.

Tri menilai layanan TransJabodetabek memiliki peran penting bagi warga Bekasi yang setiap hari beraktivitas ke Jakarta.

Selain menjadi pilihan transportasi massal, layanan tersebut juga dinilai membantu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Pemerintah Kota Bekasi berharap subsidi TransJabodetabek tetap dipertahankan. Skema subsidi dinilai penting agar masyarakat tetap dapat mengakses transportasi publik dengan biaya terjangkau.

Tri juga berharap kebijakan tarif yang diputuskan nantinya tidak membebani masyarakat, khususnya warga Bekasi yang bergantung pada transportasi umum untuk mobilitas harian.***