BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kota Bekasi terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik setelah berhasil menempati peringkat keenam secara nasional.
Capaian tersebut menjadi pijakan untuk menghadirkan layanan yang tidak hanya cepat, tetapi juga mampu menyelesaikan persoalan nyata di tengah masyarakat.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa tantangan ke depan tidak lagi sebatas meningkatkan kehadiran atau kinerja administratif aparatur sipil negara, melainkan bagaimana birokrasi mampu memberikan solusi konkret bagi warga.
“Kalau sekadar hadir, kita sudah lewat. Hari ini kita sudah peringkat enam pelayanan publik. Yang dibutuhkan sekarang adalah kemampuan menyelesaikan masalah dasar masyarakat,” ujarnya, dikutip dari Radar Bekasi, 10 April 2026.
Baca Juga: KPK Dalami Dugaan Teror terhadap Saksi Kasus Suap Ijon Proyek Bekasi
Menurutnya, capaian tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan yang lebih responsif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ia menilai, birokrasi modern dituntut untuk bergerak cepat dan tepat dalam merespons berbagai persoalan di lapangan.
Untuk mendukung target tersebut, Pemkot Bekasi melakukan pengisian sejumlah jabatan strategis, di antaranya Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.
Tri menegaskan, pengisian jabatan ini diharapkan dapat mempercepat proses pelayanan serta memperkuat kinerja aparatur di masing-masing sektor.
Baca Juga: Polres Metro Bekasi Uji Kesiapsiagaan Lewat Gladi Sispam Mako 'Sabuk Kamtibmas'
“Dengan jabatan yang sudah terisi, proses pelayanan harus lebih cepat dan responsif,” tegasnya.
Sorotan utama juga diarahkan kepada BKPSDM yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur.
Penguatan sistem talenta dan peningkatan disiplin ASN dinilai menjadi kunci dalam menciptakan birokrasi yang profesional dan berdaya saing.
Kepala BKPSDM yang baru dilantik, Anjar Budiono, menyatakan siap menjalankan amanat tersebut dengan fokus pada pembenahan manajemen ASN secara menyeluruh.
“Amanat wali kota jelas, kami harus menjaga kepercayaan ini dan bekerja dengan profesionalisme tinggi,” tandasnya.
Dengan langkah ini, Pemerintah Kota Bekasi optimistis dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik ke level yang lebih tinggi, tidak hanya dari sisi kecepatan, tetapi juga efektivitas dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.
Capaian peringkat enam pun diharapkan menjadi batu loncatan menuju sistem pelayanan publik yang lebih solutif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan nyata warga.***




