BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kota Bekasi mengalokasikan anggaran sebesar Rp30 miliar untuk penataan jalur pedestrian di kawasan Kalimalang.

Langkah ini menjadi bagian penting dari proyek besar penataan koridor Jalan KH Noer Alie yang kini tengah berjalan, sekaligus mendukung pengembangan kawasan wisata air Tirta Kalimalang.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berfokus pada jembatan dan kelancaran lalu lintas, tetapi juga pada kenyamanan pejalan kaki.

Baca Juga: Sepasang Sejoli Diamankan Usai Diduga Buang Bayi di Apartemen Mutiara Bekasi

Menurutnya, wajah kota yang modern harus memberikan ruang aman dan estetis bagi masyarakat.

“Kita siapkan Rp30 miliar untuk penataan pedestrian di sepanjang kawasan wisata air Kalimalang. Ini bukan hanya soal jalan kendaraan, tetapi juga kenyamanan masyarakat,” ujar Tri Adhianto, Selasa 10 Februari 2026.

Penataan pedestrian ini dirancang untuk menghadirkan trotoar yang lebih lebar, tertata rapi, serta terintegrasi dengan konsep wisata air yang tengah dikembangkan bersama investor.

Baca Juga: Tri Adhianto Dorong Transportasi Terintegrasi, Trans Beken Jadi Awal Sistem Mobilitas Modern Bekasi

Kawasan Kalimalang selama ini dikenal sebagai salah satu jalur utama Kota Bekasi yang padat kendaraan, namun minim ruang representatif bagi pejalan kaki.

Dengan anggaran tersebut, Pemkot Bekasi ingin mengubah wajah Kalimalang menjadi koridor kota yang lebih ramah, tidak hanya untuk pengguna kendaraan bermotor.

Tetapi juga bagi warga yang berjalan kaki, berolahraga, maupun menikmati ruang publik.

Baca Juga: BKM Diminta Fokus Rutilahu, Sanitasi dan Taman Lingkungan Dukung Bekasi Sehat

Tri menekankan bahwa pembangunan infrastruktur perkotaan harus mengedepankan aspek keselamatan dan estetika.

Ia menyebut, kawasan Kalimalang memiliki potensi besar menjadi ikon baru kota jika ditata secara menyeluruh.

“Kalimalang ini punya potensi luar biasa. Kalau ditata dengan baik, pedestrian nyaman, jembatan tertata, lalu lintas lancar, tentu akan menjadi daya tarik baru bagi masyarakat,” jelasnya.

Selain mendukung sektor pariwisata lokal, penataan pedestrian juga menjadi bagian dari perencanaan kota berkelanjutan.

Infrastruktur ramah pejalan kaki dinilai mampu mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi sekaligus meningkatkan kualitas ruang publik.

Baca Juga: Tri Adhianto Targetkan Bekasi Bebas Buang Air Besar Sembarangan pada 2027

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi, Idi Sutanto, menambahkan bahwa penataan dilakukan bersamaan dengan penyederhanaan jumlah jembatan di sepanjang koridor tersebut.

Hal ini bertujuan menekan jumlah simpang yang selama ini memicu kemacetan.

“Penataan ini menyeluruh. Tidak hanya jembatan, tetapi juga pedestrian dan sistem lalu lintasnya,” kata Idi.

Dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap proyek ini semakin memperkuat komitmen percepatan pembangunan kawasan.

Dengan sinergi lintas pemerintah, Kalimalang diharapkan berubah menjadi ruang kota yang lebih tertib, nyaman, dan memiliki nilai estetika tinggi.

Langkah ini sekaligus menjadi pesan bahwa pembangunan kota tidak semata mengejar kecepatan kendaraan, melainkan juga menghadirkan ruang hidup yang lebih manusiawi bagi warganya.***