BEKASI.POJOKSATU.id – PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengungkap penyebab kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di wilayah Bekasi Timur, pada Senin 27 April 27 April 2026.

Komisaris Utama KAI Said Aqil Siradj mengatakan, insiden tersebut dipicu oleh sebuah taksi yang berhenti di tengah perlintasan rel.

Menurut Said, kendaraan yang mogok di atas rel itu menyebabkan rangkaian KRL terhenti di lintasan, hingga akhirnya terjadi tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek.

“Kalau sudah mogok kan ya tidak mungkin kereta mengerem mendadak. Jadi yang salah taksi yang menyeberang,” ujar Said, Kamis 30 April 2026.

Said menegaskan, kecelakaan tersebut bukan disebabkan oleh gangguan pada sistem persinyalan kereta api.

Said menjelaskan, sistem sinyal dalam kondisi normal sebelum kejadian. Namun, keberadaan taksi di atas rel dan berhentinya KRL turut memengaruhi sensor di lintasan.

Baca Juga : Karangan Bunga Penuhi Stasiun Bekasi Timur, Penumpang Panjatkan Doa untuk Korban

“Tidak (persinyalan error), karena ada banyak faktor. Ada taksi itu, kemudian KRL berhenti, makanya sensor pun menjadi error,” kata dia.

Selain itu, ia menyebut kejadian ini menjadi perhatian serius bagi perusahaan untuk meningkatkan aspek keselamatan, khususnya di perlintasan sebidang.

Said juga menyampaikan belasungkawa atas korban dalam peristiwa tersebut.

“Mudah-mudahan semuanya menjadi baik, yang meninggal dunia mudah-mudahan syahid, diterima di sisi Allah,” pungkas dia.***