BEKASI.POJOKSATU.ID - Semangat perayaan Tahun Baru Imlek 2577 membawa makna istimewa di Kelenteng Hok Lay Kiong.
Di kelenteng tertua di Bekasi yang telah berdiri selama sekitar tiga abad itu, lahir organisasi Pemuda Hok Lay Kiong Bekasi, menandai babak baru dalam perjalanan sejarah sekaligus mempertegas perannya sebagai simbol harmoni dan toleransi di Kota Bekasi.
Kelenteng yang berdiri kokoh dengan arsitektur khas Tiongkok tersebut bukan sekadar tempat ibadah.
Baca Juga: Spanduk Dicopot Satpol PP, UMKM Rumah Makan Padang di Jatiasih Keluhkan Dampak ke Penjualan
Ia menjadi saksi perjalanan panjang masyarakat Tionghoa di Bekasi, sekaligus ruang kebersamaan lintas etnis dan agama.
Dari masa ke masa, nilai kebajikan, gotong royong, dan toleransi tumbuh dan diwariskan di tempat ini.
Anggota DPRD Jawa Barat sekaligus Ketua DPC Partai Demokrat Kota Bekasi, Ronny Hermawan, menegaskan makna historis itu dalam sambutannya usai pelantikan pemuda kelenteng.
Baca Juga: Kapolres Metro Bekasi Pimpin Operasi Kejahatan Jalanan, Knalpot Brong Jadi Sasaran di Serang Baru
“Kelenteng Hok Lay Kiong bukan hanya bangunan ibadah, tetapi juga simbol sejarah, budaya, dan perjalanan panjang kebersamaan masyarakat Tionghoa dan masyarakat Bekasi secara umum,” kata Ronny.
Menurutnya, di tengah kemajemukan Kota Bekasi, keberadaan Hok Lay Kiong memiliki arti strategis sebagai ruang perjumpaan nilai-nilai kebangsaan.
Ia menyebut kelenteng tersebut sebagai tempat di mana semangat toleransi dan persaudaraan terus dirawat lintas generasi.
Baca Juga: Polisi Gagalkan Tawuran di Rawalumbu, Dua Remaja Pembawa Celurit Ditangkap
“Di tempat inilah nilai-nilai kebajikan, toleransi, dan gotong royong terus diwariskan dari generasi ke generasi. Hari ini kita menyaksikan lahirnya wadah resmi bagi generasi muda,” ujarnya.
Pembentukan Pemuda Hok Lay Kiong dinilai bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan tonggak estafet kepemimpinan.
Generasi muda diharapkan mampu menjadi jembatan persatuan di tengah dinamika sosial kota yang terus berkembang.
“Ini bukan sekadar pembentukan organisasi, melainkan tonggak estafet kepemimpinan. Pemuda adalah energi, adalah harapan, adalah masa depan kelenteng dan juga masa depan kebersamaan kita,” ungkap Ronny.
Ia juga menekankan pentingnya peran pemuda dalam menjaga harmoni di Kota Bekasi yang dikenal majemuk.
Baca Juga: Libur Imlek 2026, 378 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek, Didominasi Arah Trans Jawa dan Bandung
Dengan latar belakang etnis dan agama yang beragam, peran generasi muda dianggap krusial untuk memastikan nilai toleransi tetap hidup dan relevan.
“Kita hidup di Kota Bekasi yang majemuk. Karena itu, peran pemuda sangat penting dalam menjaga harmoni dan menjadi jembatan persatuan,” jelasnya.
Lebih jauh, Ronny berharap kelenteng tidak hanya menjadi pusat kegiatan seremonial, tetapi juga pusat pembinaan karakter dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Pemuda diharapkan aktif mempererat persaudaraan lintas suku dan agama, serta menunjukkan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
Di momentum Imlek 2577 ini, Hok Lay Kiong kembali menegaskan posisinya bukan hanya sebagai bangunan bersejarah.
Melainkan sebagai simbol hidup toleransi dan kebersamaan yang terus tumbuh di jantung Kota Bekasi.***




